TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Stephen Hawking: Tuhan Tidak Menciptakan Alam Ini
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 09:44 WIB

YAHOO NEWS
Stephen Hawking
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Tuhan tidak membuat seluruh alam ini dan teori Big Bang adalah merupakan hal yang tak terelakkan dari hukum fisika. Demikian disampaikan ahli fisika asal Inggris lewat buku barunya berjudul The Grand Design.
Buku ini ditulis bersama ahli fisika AS Leonard Mlodinow. Dalam buku itu, Hawking menyatakan sebuah teori yang menyatakan jika ada pencipta dari alam semesta ini adalah sesuatu yang mubazir. Demikian dilansir harian The Times, Kamis (2/9/2010).
"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam ini bisa menciptakan diri sendiri dari sesuatu yang tak ada. Penciptaan yang tiba-tiba adalah sebuah alasan akan adanya sesuatu dan mengapa alam ini ada, mengapa diri kita ada," tulis Hawking.
"Ini tak perlu bantuan Tuhan yang menciptakan sesuatu dari cahaya dan menyentuh kertas dan menciptakan bumi ini," tulisnya. Hawking (68) mendapatkan perhatian saat bukunya berjudul Sejarah Singkat Sang Kala dirilis pada tahun 1988 dan dikenal di kalangan ilmuwan atas sejumlah teorinya antara lain lubang hitam, kosmologi, dan juga gravitasi kuantum.
Sejak tahun 1974, ilmuwan ini bekerja keras mengawinkan dua teori dari ahli fisika modern yaitu Albert Eisntein yaitu teori relativitas yang lebih memperhatikan masalah gravitasi dan juga sejumlah skala fenomena secara luas dan juga teori kuantum yang membahas masalah partikel sub atom.
Buku ini ditulis bersama ahli fisika AS Leonard Mlodinow. Dalam buku itu, Hawking menyatakan sebuah teori yang menyatakan jika ada pencipta dari alam semesta ini adalah sesuatu yang mubazir. Demikian dilansir harian The Times, Kamis (2/9/2010).
"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam ini bisa menciptakan diri sendiri dari sesuatu yang tak ada. Penciptaan yang tiba-tiba adalah sebuah alasan akan adanya sesuatu dan mengapa alam ini ada, mengapa diri kita ada," tulis Hawking.
"Ini tak perlu bantuan Tuhan yang menciptakan sesuatu dari cahaya dan menyentuh kertas dan menciptakan bumi ini," tulisnya. Hawking (68) mendapatkan perhatian saat bukunya berjudul Sejarah Singkat Sang Kala dirilis pada tahun 1988 dan dikenal di kalangan ilmuwan atas sejumlah teorinya antara lain lubang hitam, kosmologi, dan juga gravitasi kuantum.
Sejak tahun 1974, ilmuwan ini bekerja keras mengawinkan dua teori dari ahli fisika modern yaitu Albert Eisntein yaitu teori relativitas yang lebih memperhatikan masalah gravitasi dan juga sejumlah skala fenomena secara luas dan juga teori kuantum yang membahas masalah partikel sub atom.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

