TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Waspada....Jalur Cikamurang Gelap Gulita
Tribunnews.com - Jumat, 3 September 2010 22:19 WIB

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Sebanyak 7.088 pemudik dari 3.418 pengendara motor melakukan mudik bersama kelompok Kompas Gramedia dan Astra Honda Motor (AHM), di Jakarta, Jumat (18/9) pagi. Ribuan pemudik dengan tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa timur tersebut dilepas oleh Wagub Jakarta, Priyanto dan CEO Kompas Gramedia, Agung Adi Prasetyo.
JALUR NAGREG LENGANG
MEMASUKI H-7 Lebaran, kemarin, jalur mudik Nagreg masih terlihat
lengang. Kapasitas kendaraan yang melintas di jalur ini belum
menunjukkan peningkatan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya.
Pantauan Tribun di lapangan, kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalur Lingkar Nagreg dan jalur Nagreg lama masih terlihat normal seperti hari-hari biasa. Kedua jalur utama ini bahkan terlihat lengang dan sepi.
Tidak terlihat antrean kendaraan seperti yang biasa terjadi di jalur ini. Pasalnya, kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya, yang biasanya melalui jalur Nagreg lama, mulai diarahkan ke jalur Lingkar Nagreg.
Semua kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah timur seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis menuju Bandung langsung dialirkan ke Lingkar Nagreg. Jalur lama Nagreg hanya dilintasi kendaraan dari arah barat menuju Garut dan Tasikmalaya.
"Hari ini (kemarin, Red) dari pagi sampai sore masih terlihat normal. Belum ada peningkatan yang signifikan," kata seorang petugas saat ditemui di Lingkar Nagreg, kemarin.
Petugas kepolisian di lapangan memprediksi peningkatan arus kendaraan yang melintas di jalur ini akan terjadi mulai H-6 dan H-5 atau mulai Sabtu dan Minggu besok. Pasalnya, akhir pekan ini banyak kantor atau tempat kerja yang sudah meliburkan karyawannya.(roh/std/zam)
Pantauan Tribun di lapangan, kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalur Lingkar Nagreg dan jalur Nagreg lama masih terlihat normal seperti hari-hari biasa. Kedua jalur utama ini bahkan terlihat lengang dan sepi.
Tidak terlihat antrean kendaraan seperti yang biasa terjadi di jalur ini. Pasalnya, kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya, yang biasanya melalui jalur Nagreg lama, mulai diarahkan ke jalur Lingkar Nagreg.
Semua kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah timur seperti Garut, Tasikmalaya dan Ciamis menuju Bandung langsung dialirkan ke Lingkar Nagreg. Jalur lama Nagreg hanya dilintasi kendaraan dari arah barat menuju Garut dan Tasikmalaya.
"Hari ini (kemarin, Red) dari pagi sampai sore masih terlihat normal. Belum ada peningkatan yang signifikan," kata seorang petugas saat ditemui di Lingkar Nagreg, kemarin.
Petugas kepolisian di lapangan memprediksi peningkatan arus kendaraan yang melintas di jalur ini akan terjadi mulai H-6 dan H-5 atau mulai Sabtu dan Minggu besok. Pasalnya, akhir pekan ini banyak kantor atau tempat kerja yang sudah meliburkan karyawannya.(roh/std/zam)
Berita Lainnya
- Pembangunan Jalur KA Jakarta-Surabaya Kurang Dana…
- Pembangunan Jalur KA Jakarta-Surabaya Kurang Dana…
- Empat Wilayah di Jakarta Akan Bangun Jalur Sepeda
- Siapa Polisi yang Melepaskan Tembakan, I atau D?
- Polda Panggil Oknum Polisi Letuskan Pistol di Jalur…
- Jalur Busway Bisa Dilalui Ambulans dan Mobil Damkar
Laporan Wartawan Tribun Jabar
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Pantura Cirebon. Di musim kemarau ini, angin kencang kerap bertiup di sepanjang jalur Pantura.
Menurut pantauan Tribun, Jumat (3/9/2010), sejumlah kendaraan, terutama roda dua, mudah tertiup dan kehilangan keseimbangan. Karena itu, kendaraan pun bisa oleng dan akhirnya terjatuh. Untuk menghindari kecelakaan, pengendara diminta melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.
Memasuki H-6 Sabtu (4/9) besok, diperkirakan rombongan para pemudik dari arah Jakarta mulai berkonvoi ke arah timur karena sebagian besar anak-anak sekolah sudah mulai libur.
Para pemudik dari arah Jakarta menuju Cirebon dan Jawa Tengah disarankan untuk berhati-hati jika memutuskan mudik melalui jalur alternatif Cikamurang. Sebab, jalur yang kerap difavoritkan para pemudik karena dinilai lebih nyaman ketimbang lewat pantura itu gelap gulita.
Di sepanjang jalur tersebut, mulai dari perbatasan Subang-Indramayu hingga Cijelag, Sumedang, tak dipasangi lampu penerangan jalan. Akibatnya, jika malam tiba akan gelap gulita.
Selain itu, di sisi kanan dan kiri jalan juga relatif sepi. Jarang perkampungan warga, yang ada hanyalah hamparan hutan dan tanaman perkebunan. Kondisi gelap gulita ini dikhawatirkan menimbulkan terjadinya kejahatan.
Kelebihan jalur Cikamurang ini, pemudik tidak merasa kepanasan saat melaju karena banyak pohon di kiri-kanan jalan. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan jalur Pantura yang relatif panas dan gersang.
"Cikamurang memang lebih cocok digunakan mudik di siang hari. Kalau malam khawatir rawan kejahatan karena kondisinya yang gelap dan sepi," ujar awak angkutan umum jurusan Bekasi- Rajagaluh, Sodik, yang setiap hari melintasi Cikamurang, Jumat (3/9).
Soal kondisi jalannya, jalur Cikamurang tergolong bagus. Hampir seluruh jalan dibeton dan mulus. Hanya titik tertentu di daerah Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, yang masih rusak.
Sodik mengatakan, setiap kali musim mudik dan balik Lebaran, jalur Cikamurang kerap menjadi jalur favorit sejumlah pemudik. Mereka tidak melintasi Pantura, tapi selepas keluar dari tol Sadang langsung mengambil arah Subang, untuk kemudian tersambung ke Cikamurang.
Karena menjadi alternatif favorit itulah, kata Sodik, kerap terjadi antrean panjang di Cikamurang. Sejumlah kendaraan berlomba-lomba melintasi Cikamurang. "Tidak hanya yang langsung dari Sadang. Yang awalnya lewat Pantura juga setelah dirasa macet malah belok ke Cikamurang melalui Haurgeulis. Akibatnya, ya kendaraan menumpuk di Cikamurang," katanya.
Hingga kemarin, belum terlihat antrean kendaraan di Cikamurang. Kendaraan masih normal. Diprediksi kendaraan akan membeludak mulai H-6 hari ini.(roh/std/zam)
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Pantura Cirebon. Di musim kemarau ini, angin kencang kerap bertiup di sepanjang jalur Pantura.
Menurut pantauan Tribun, Jumat (3/9/2010), sejumlah kendaraan, terutama roda dua, mudah tertiup dan kehilangan keseimbangan. Karena itu, kendaraan pun bisa oleng dan akhirnya terjatuh. Untuk menghindari kecelakaan, pengendara diminta melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.
Memasuki H-6 Sabtu (4/9) besok, diperkirakan rombongan para pemudik dari arah Jakarta mulai berkonvoi ke arah timur karena sebagian besar anak-anak sekolah sudah mulai libur.
Para pemudik dari arah Jakarta menuju Cirebon dan Jawa Tengah disarankan untuk berhati-hati jika memutuskan mudik melalui jalur alternatif Cikamurang. Sebab, jalur yang kerap difavoritkan para pemudik karena dinilai lebih nyaman ketimbang lewat pantura itu gelap gulita.
Di sepanjang jalur tersebut, mulai dari perbatasan Subang-Indramayu hingga Cijelag, Sumedang, tak dipasangi lampu penerangan jalan. Akibatnya, jika malam tiba akan gelap gulita.
Selain itu, di sisi kanan dan kiri jalan juga relatif sepi. Jarang perkampungan warga, yang ada hanyalah hamparan hutan dan tanaman perkebunan. Kondisi gelap gulita ini dikhawatirkan menimbulkan terjadinya kejahatan.
Kelebihan jalur Cikamurang ini, pemudik tidak merasa kepanasan saat melaju karena banyak pohon di kiri-kanan jalan. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan jalur Pantura yang relatif panas dan gersang.
"Cikamurang memang lebih cocok digunakan mudik di siang hari. Kalau malam khawatir rawan kejahatan karena kondisinya yang gelap dan sepi," ujar awak angkutan umum jurusan Bekasi- Rajagaluh, Sodik, yang setiap hari melintasi Cikamurang, Jumat (3/9).
Soal kondisi jalannya, jalur Cikamurang tergolong bagus. Hampir seluruh jalan dibeton dan mulus. Hanya titik tertentu di daerah Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, yang masih rusak.
Sodik mengatakan, setiap kali musim mudik dan balik Lebaran, jalur Cikamurang kerap menjadi jalur favorit sejumlah pemudik. Mereka tidak melintasi Pantura, tapi selepas keluar dari tol Sadang langsung mengambil arah Subang, untuk kemudian tersambung ke Cikamurang.
Karena menjadi alternatif favorit itulah, kata Sodik, kerap terjadi antrean panjang di Cikamurang. Sejumlah kendaraan berlomba-lomba melintasi Cikamurang. "Tidak hanya yang langsung dari Sadang. Yang awalnya lewat Pantura juga setelah dirasa macet malah belok ke Cikamurang melalui Haurgeulis. Akibatnya, ya kendaraan menumpuk di Cikamurang," katanya.
Hingga kemarin, belum terlihat antrean kendaraan di Cikamurang. Kendaraan masih normal. Diprediksi kendaraan akan membeludak mulai H-6 hari ini.(roh/std/zam)
Editor: Juang Naibaho | Sumber: Tribun Jabar
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
BERITA TERKINI
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Masaid Tak Ditemani Angie
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
- Rumah Angelina Sondakh Sepi Jelang Tahlilan
- Masuk Angin Mendadak? Jangan Dipijat, Itu Jantung…
- Salju Tebal , 350 Penerbangan di Inggris Batal
- Dua Pemain Anyar Juve Masuk Skuad Hadapi Siena
- Warga Gelar "Nganggung" Maulid Nabi
- Car Free Day, Jl Kol Sugiono Ditutup hingga Pukul…
- Delapan Naga Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
