Kamis, 11 Juni 2026

Edhy Prabowo: Janganlah Perang Dijadikan Solusi

Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disayangkan banyak pihak karena tidak menunjukkan ketegasan posisi Indonesia terhadap Malaysia.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disayangkan banyak pihak karena tidak menunjukkan ketegasan posisi Indonesia terhadap Malaysia. Namun Partai Gerindra menilai pidato SBY sudah sesuai dan itu jalan yang terbaik melalui jalur diplomasi.

"Kita memang punya hubungan erat dengan Malaysia, jalur musyawarah atau diplomasi harus kita lakukan. Jangan terprovokasi oleh segelintir orang untuk melakukan konfrontasi, jalur diplonasi aja belum. Kalau Melaysia tidak mau, baru ambil tindakan yang lebih tegas," ujar Edhy Prabowo anggota DRR RI dari komisi VI Partai Gerindra, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (4/9/2010).

Anak angkat Prabowo ini mengaku, seharusnya SBY bisa menjelaskan soal kapan perundingan masalah perbatasan atau persoalan lain dibicarakan. Sehingga masyarakat bisa menerima hasilnya secara cepat dan tidak mudah terprovokasi.

"Harusnya diplomasi dilakukan tanggal sekian, bulan sekian dan selesai, Kan beres. Kalau melanggar sanksinya ini, jadi biar tidak berlarut-larut," jelasnya.

Soal 2 juta tenaga kerja Indonesia yang ada di Malaysia menurut Edhy, tidak usah dikhawatirkan jika Malaysia mengembalikannya ke Indonesia.

"Kita paksa Malaysia untuk memperkerjakan 2 juta TKI ke perusahaan Kelapa Sawit miliknya yang ada di Indonesia, kan beres," terangnya.

Pria yang memegang beberapa perusahaan milik Prabowo ini juga menilai, kalau investasi yang dilakukan Malaysia di Indonesia tidak banyak hasil yang di dapat oleh bangsa Indonesia kecuali pajak dan gaji karyawan.

"Selebihnya kembali ke Malaysia, jadi gak usah takutlah soal investasi Malaysia, tidak terpengaruh besar. Yang penting jalur diplomasi jalani dulu," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved