TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Poliklinik Desa di Sumsel Jadi Kandang Kambing
Tribunnews.com - Sabtu, 4 September 2010 00:57 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Arsep Pajario
TRIBUNNEWS.COM, EMPATLAWANG - Kurangnya tenaga kesehatan (bidan) di beberapa desa di Kecamatan Talangpadang, Empatlawang, Sumatera Selatan, menyebabkan Polindes (poliklinik desa) yang ada terbengkalai dan menjadi kandang kambing warga. Kondisi ini menjadi keluhan warga karena pelayanan kesehatan tidak berjalan baik.
Dari 13 desa di Kecamatan Talangpadang, hanya lima desa yang sudah mempunyai bidan. Sisanya hingga kini belum memiliki bidan desa, padahal sudah tersedia Polindes. Akibatnya, Polindes yang ada menjadi terbengkalai, bahkan menjadi kandang kambing peliharaan warga.
Mawardi, Kepala Desa (Kades) Kembahangbaru, Kecamatan Talangpadang, Jumat (3/9/2010) mengatakan, setiap warga yang mau berobat terpaksa ke desa lainnya atau langsung ke Tebingtinggi.
"Pelayanan kesehatan ini semestinya menjadi skala prioritas yang harus diperhatikan oleh Pemerintah. Warga sudah mendambakan adanya bidan di desa ini," ujarnya.
Mawardi menyayangkan dengan kondisi Polindes yang menjadi kandang kambing, karena pemerintah sudah meganggarkan dana yang cukup besar, untuk pembangunan setiap Polindes. "Polindes jadi terbengkalai, karena tidak ada petugas kesehatan atau bidan yang menempatinya. Kian lama kondisi Polindes yang ada bertambah rusak," jelasnya.
Camat Talangpadang Iskandar mengakui hanya lima desa yang memiliki bidan dari 13 desa yang ada di kecamatan Talangpadang. Pihaknya sudah melaporkan kondisi yang ada ke pemkab dan berharap semua desa di Kecamatan Talangpadang dapat diisi bidan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Empatlawang, Dr M Teguh Idrus mengakui, tidak semua desa di Kabupaten Empatlawang diisi oleh bidan desa. Kekosongan yang ada menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinkes.
"Empatlawang memang kekurangan tenaga kesehatan, oleh karena itu banyak Polindes terbengkalai. Kita sudah mengusulkan penambahan formasi untuk mengisi bidan desa, namun tidak bisa memastikan. Kita hanya berupaya semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan," ujarnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, EMPATLAWANG - Kurangnya tenaga kesehatan (bidan) di beberapa desa di Kecamatan Talangpadang, Empatlawang, Sumatera Selatan, menyebabkan Polindes (poliklinik desa) yang ada terbengkalai dan menjadi kandang kambing warga. Kondisi ini menjadi keluhan warga karena pelayanan kesehatan tidak berjalan baik.
Dari 13 desa di Kecamatan Talangpadang, hanya lima desa yang sudah mempunyai bidan. Sisanya hingga kini belum memiliki bidan desa, padahal sudah tersedia Polindes. Akibatnya, Polindes yang ada menjadi terbengkalai, bahkan menjadi kandang kambing peliharaan warga.
Mawardi, Kepala Desa (Kades) Kembahangbaru, Kecamatan Talangpadang, Jumat (3/9/2010) mengatakan, setiap warga yang mau berobat terpaksa ke desa lainnya atau langsung ke Tebingtinggi.
"Pelayanan kesehatan ini semestinya menjadi skala prioritas yang harus diperhatikan oleh Pemerintah. Warga sudah mendambakan adanya bidan di desa ini," ujarnya.
Mawardi menyayangkan dengan kondisi Polindes yang menjadi kandang kambing, karena pemerintah sudah meganggarkan dana yang cukup besar, untuk pembangunan setiap Polindes. "Polindes jadi terbengkalai, karena tidak ada petugas kesehatan atau bidan yang menempatinya. Kian lama kondisi Polindes yang ada bertambah rusak," jelasnya.
Camat Talangpadang Iskandar mengakui hanya lima desa yang memiliki bidan dari 13 desa yang ada di kecamatan Talangpadang. Pihaknya sudah melaporkan kondisi yang ada ke pemkab dan berharap semua desa di Kecamatan Talangpadang dapat diisi bidan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Empatlawang, Dr M Teguh Idrus mengakui, tidak semua desa di Kabupaten Empatlawang diisi oleh bidan desa. Kekosongan yang ada menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinkes.
"Empatlawang memang kekurangan tenaga kesehatan, oleh karena itu banyak Polindes terbengkalai. Kita sudah mengusulkan penambahan formasi untuk mengisi bidan desa, namun tidak bisa memastikan. Kita hanya berupaya semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan," ujarnya.(*)
Editor: Juang Naibaho | Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Regional Terbaru
BERITA TERKINI
- Warga Tanralili Rayakan Maulid Bersama Bupati
- Dzikir Akbar Usai Sebagian Jalan di Jakpus Macet
- 17 Universitas di Sulawesi Terancam Jadi Sekolah Tinggi
- Bangunan Medali Beijing Sebabkan kekhawatiran di Cina
- Dua Pemain Anyar Juve Langsung Masuk Skuad Hadapi…
- Anggota Armed Boyong Hadiah Utama Jalan Santai
- Ini Kekayaan Angelina Sondakh
- Sempat Ditutup, Bandara Supadio Kembali Beroperasi
- Ke Makam Ayahnya, Aliyah Massaid Tak Ditemani Angie
- Heran Kenapa Cuma Angie yang Tersangka
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
