TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Yorris: Bukan Saatnya Indonesia Tunjukkan Keramahtamahan
Tribunnews.com - Minggu, 5 September 2010 17:46 WIB
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu memiliki bentuk diplomasi yang kuat dalam menghadapi negara-negara tetangga, khususnya Malaysia yang dalam sebulan ini selalu menjadi perbincangan akibat menangkap tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Khusus kasus yang menimpa Indonesia-Malaysia ini, pemerintah Indonesia perlu mengambil sikap tegas, bukan mengedepankan diplomasi "soft".
"Bukan saatnya lagi Indonesia menunjukkan keramahtamahannya dalam menghadapi kasus kedaulatan ini," kata Ketua Umum Aktivis Muda Partai Golkar Yorris Raweyai dalam acara Dialog Aktivis Muda Indonesia "Nasionalisme dan Kedaulatan Negara di Ujung Tanduk" di Ballroom Hotel Nikko, Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Menurutnya, kedaulatan adalah milik semua bangsa. Maka sudah selayaknya Presiden untuk menjaga kedaulatan demi terwujudnya bangsa yang bermartabat.
"Gelar senjata bukan satu-satunya solusi dalam menegakkan kedaulatan. Di sisi lain, diplomasi menjadi lemah jika tidak didukung kekuatan senjata. Bila ingin damai, maka bersiaplah untuk perang," imbuhnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu memiliki bentuk diplomasi yang kuat dalam menghadapi negara-negara tetangga, khususnya Malaysia yang dalam sebulan ini selalu menjadi perbincangan akibat menangkap tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Khusus kasus yang menimpa Indonesia-Malaysia ini, pemerintah Indonesia perlu mengambil sikap tegas, bukan mengedepankan diplomasi "soft".
"Bukan saatnya lagi Indonesia menunjukkan keramahtamahannya dalam menghadapi kasus kedaulatan ini," kata Ketua Umum Aktivis Muda Partai Golkar Yorris Raweyai dalam acara Dialog Aktivis Muda Indonesia "Nasionalisme dan Kedaulatan Negara di Ujung Tanduk" di Ballroom Hotel Nikko, Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Menurutnya, kedaulatan adalah milik semua bangsa. Maka sudah selayaknya Presiden untuk menjaga kedaulatan demi terwujudnya bangsa yang bermartabat.
"Gelar senjata bukan satu-satunya solusi dalam menegakkan kedaulatan. Di sisi lain, diplomasi menjadi lemah jika tidak didukung kekuatan senjata. Bila ingin damai, maka bersiaplah untuk perang," imbuhnya.(*)
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

