TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Kerugian Materil Kerusuhan Buol capai Rp 1,8 Miliar
Tribunnews.com - Selasa, 7 September 2010 18:58 WIB
Berita Terkait: Kerusuhan Buol
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vanroy Pakpahan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak hanya delapan korban tewas dan beberapa korban luka-luka yang "dihadiahi" kerusuhan Buol beberapa waktu lalu. Kerusuhan tersebut juga dipastikan menimbulkan kerugian materiil. Lalu berapa jumlah kerugian materil yang ditimbulkan akibat kerusuhan tersebut.
"Taksiran kerugiannya mencapai sekitar Rp 1,8 miliar," kata Wakadiv
Humas Polri Kombes Ketut Untung Yoga Ana, di Mabes Polri, Jakarta,
Selasa (7/9).
Sampai hari ini, Yoga Ana memastikan korban tewas akibat kerusuhan
tersebut belum bertambah. "Masih delapan. Tiga mati di tempat, lainnya
mati di rumah sakit. Yang meninggal ada yang karena ditembak ada yang
karena kekerasan," ungkapnya.
Kerusuhan Buol sendiri terjadi pada Senin (31/8/2010) lalu. Kerusuhan
terjadi setelah ratusan massa warga Biau menyerang Polsek Biau. Mereka
tidak terima dengan kematian Kashmir, seorang tahanan, yang diduga
karena dianiaya polisi. Sementara polisi sendiri memastikan jika
Kashmir tewas karena bunuh diri di dalam tahanan.
Tiga anggota Polsek Biau telah resmi ditetapkan sebagai tersangka
dalam kasus itu. Mereka, oleh tim investigasi diduga telah lalai
menjalankan tugas hingga menyebabkan Kahsmir meninggal di tahanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak hanya delapan korban tewas dan beberapa korban luka-luka yang "dihadiahi" kerusuhan Buol beberapa waktu lalu. Kerusuhan tersebut juga dipastikan menimbulkan kerugian materiil. Lalu berapa jumlah kerugian materil yang ditimbulkan akibat kerusuhan tersebut.
"Taksiran kerugiannya mencapai sekitar Rp 1,8 miliar," kata Wakadiv
Humas Polri Kombes Ketut Untung Yoga Ana, di Mabes Polri, Jakarta,
Selasa (7/9).
Sampai hari ini, Yoga Ana memastikan korban tewas akibat kerusuhan
tersebut belum bertambah. "Masih delapan. Tiga mati di tempat, lainnya
mati di rumah sakit. Yang meninggal ada yang karena ditembak ada yang
karena kekerasan," ungkapnya.
Kerusuhan Buol sendiri terjadi pada Senin (31/8/2010) lalu. Kerusuhan
terjadi setelah ratusan massa warga Biau menyerang Polsek Biau. Mereka
tidak terima dengan kematian Kashmir, seorang tahanan, yang diduga
karena dianiaya polisi. Sementara polisi sendiri memastikan jika
Kashmir tewas karena bunuh diri di dalam tahanan.
Tiga anggota Polsek Biau telah resmi ditetapkan sebagai tersangka
dalam kasus itu. Mereka, oleh tim investigasi diduga telah lalai
menjalankan tugas hingga menyebabkan Kahsmir meninggal di tahanan.
Editor: Kisdiantoro
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

