TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Sebulan ini Belum Ada lagi Laporan Pencurian Ikan di Bintan
Tribunnews.com - Selasa, 7 September 2010 04:59 WIB

tribunnews.com/zabur anjasfianto
Kapal patroli dolphine milik DKP Kepri
Berita Terkait: Penangkapan Petugas DKP
TRIBUNNEWS.COM, BINTAN- Sejak insiden penangkapan 3 petugas DKP dan 7 nelayan Malaysia di Tanjung Berakit 13 Agustus lalu, belum ada lagi laporan pencurian ikan oleh nelayan asing.
Biasanya tiap bulan ada beberapa nelayan yang melaporkan kasus pencurian ikan di wilayah Bintan yang memiliki perairan luas. Namun sejak insiden itu, hingga kini belum ada lagi laporan pencurian ikan oleh nelayan asing.
Diakui bupati Bintan, Ansar Ahmad, nelayan asing sangat gemar melakukan pencurian ikan di perairan Bintan. Maklum, kabupaten kepulauan ini memiliki potensi ikan berlimpah yang menarik niat jahat nelayan asing, baik itu dari Malaysia, Vietnam maupun Thailand.
Pencurian ikan dan pelanggaran kedaulatan wilayah Indonesia sering terjadi karena Bintan memiliki perairan yang luas, yang sulit diawasi aparat keamanan. Pengawasan perairan di Bintan harus dilakukan secara bersama-sama, dan tidak dapat hanya diserahkan kepada TNI AL atau aparat kepolisian saja.
"Kami mengimbau seluruh institusi yang berwenang dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia saling berkoordinasi," kata Bupati Bintan Ansar Ahmad, Senin (6/9/2010).
"Kami belum mengetahui apakah tidak ada lagi aksi pencurian ikan, atau mungkin warga mulai jenuh melaporkan masalah itu" ungkap Ansar. (*)
Biasanya tiap bulan ada beberapa nelayan yang melaporkan kasus pencurian ikan di wilayah Bintan yang memiliki perairan luas. Namun sejak insiden itu, hingga kini belum ada lagi laporan pencurian ikan oleh nelayan asing.
Diakui bupati Bintan, Ansar Ahmad, nelayan asing sangat gemar melakukan pencurian ikan di perairan Bintan. Maklum, kabupaten kepulauan ini memiliki potensi ikan berlimpah yang menarik niat jahat nelayan asing, baik itu dari Malaysia, Vietnam maupun Thailand.
Pencurian ikan dan pelanggaran kedaulatan wilayah Indonesia sering terjadi karena Bintan memiliki perairan yang luas, yang sulit diawasi aparat keamanan. Pengawasan perairan di Bintan harus dilakukan secara bersama-sama, dan tidak dapat hanya diserahkan kepada TNI AL atau aparat kepolisian saja.
"Kami mengimbau seluruh institusi yang berwenang dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia saling berkoordinasi," kata Bupati Bintan Ansar Ahmad, Senin (6/9/2010).
"Kami belum mengetahui apakah tidak ada lagi aksi pencurian ikan, atau mungkin warga mulai jenuh melaporkan masalah itu" ungkap Ansar. (*)
Editor: Iswidodo | Sumber: Tribun Batam
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

