Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Tentara RI dan Malaysia di Perbatasan Sering Olahraga Bersama

Tribunnews.com - Jumat, 10 September 2010 04:56 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Tentara RI dan Malaysia di Perbatasan Sering Olahraga Bersama
TRIBUN/SLAMET BOWO S
Penyambutan kembalinya Pasukan 642 Kapuas dari perbatasan, Rabu (8/9/10) lalu.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sbs

TRIBUNNEWS.COM, SINTANG -
Memanasnya hubungan Indonesia dan Malaysia ternyata tidak mempengaruhi tentara di kedua negara yang menjaga wilayah perbatasan. Personel tentara Indonesia yang menjaga 31 titik perbatasan Kalimantan Barat dengan negara tetangga Malaysia itu, bahkan mengaku sering berolahraga dengan Tentara Diraja Malaysia (TDRM). Namun, personel dari Batalyon 642 Kapuas itu menegaskan siap bertempur dengan TDRM bila diperintahkan untuk berperang.

"Selama setahun terakhir, kami malah sering melakukan olahraga bersama antara personel kita dengan personel TDRM dengan jadwal dua kali dalam seminggu. Meskipun begitu, kami tetap siap siaga untuk bertempur jika sewaktu-waktu diperintahkan untuk itu," kata Komandan Batalyon 642 Kapuas Letkol Inf Gausudin Amin Yusuf seusai upacara penyambutan 650 personel dari Batalyon 642 Kapuas yang hampir selama satu tahun terakhir bertugas menjaga 31 titik perbatasan, Rabu (8/9/10) di lapangan Yonif 642 Kapuas Jl Sintang-Pontianak Km 7 Sintang.

Penyambutan dipimpin Danrem 121 ABW Kol Inf Toto Rinanto Sudjiman, dan unsur Muspida serta bupati Sintang Milton Crosby. Pasukan 642 Kapuas itu akan digantikan oleh pasukan dari 641 Beruang Singkawang.

Gausudin mengatakan, tidak hal-hal menonjol yang terjadi selama dirinya bersama 650 orang pasukan lainya bertugas di wilayah perbatasan.
 
"Bahkan ketika pemberitaan di media massa menyatakan hubungan kedua negara sedang memanas, kita yang berada di perbatasan justru tidak merasakan hal tersebut. Tidak ada persiapan khusus yang kami lakukan terkait isu-isu memanasnya kedua negara tersebut," kata Gausudin.
 
Begitu pula mengenai batas-batas kedua negara secara darat yang ditandai dengan patok batas negara, tidak ada yang berubah sama sekali sejauh ini. Sehingga bisa dibilang kondisi perbatasan darat kedua negara dalam kondisi aman seperti ketika mereka baru tiba di titik-titik perbatasan tersebut setahun yang lalu.(*)

Editor: Juang Naibaho  |  Sumber: Tribun Pontianak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup