TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Din Syamsuddin Tak Bosan Nonton Sang Pencerah
Tribunnews.com - Sabtu, 18 September 2010 15:16 WIB

Film Sang Pencerah
"Insyaallah tidak rugi. Bahkan kami mendorong untuk segera memproduksi Sang Pencerah kedua. Karena Sang Pencerah pertama ini hanya hingga KH Ahmad Dahlam mendirikan Muhammadiyah,"
Din Syamsuddin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film
Sang Pencerah yang alur ceritanya menceritakan tentang kegigihan KH
Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, begitu punya makna mendalam bagi
Din Syamsuddin yang beberapa waktu lalu kembali terpilih sebagai Ketua
PP Muhammadiyah hingga periode berikutnya.
Bahkan, Din secara berterus terang mengaku, sudah yang ke enam kalinya dirinya menyaksikan film bernuansa religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantio ini.
Saat mendampingi Wapres Boediono menyaksikan Sang Pencerah, Jumat (17/9/2010) malam di Studio XXI Plaza Indonesia, Din juga mendoakan kepada sang produser Raam Punjabi tidak merugi karena membuat film ini.
"Insyaallah tidak rugi. Bahkan kami mendorong untuk segera memproduksi Sang Pencerah kedua. Karena Sang Pencerah pertama ini hanya hingga KH Ahmad Dahlam mendirikan Muhammadiyah," kata Din.
Din, dengan sindiran halus, di depan para tamu undangan yang ikut menyaksikan nobar Sang Pencerah menyatakan, sejak Muhammadiyah berdiri hingga periode kepimpinannya, belum difilmkan.
"Dari pendirian Muhammadiyah hingga sekarang belum. Dan belum juga meliputi ketua umum Muhammadiyah yang sekarang," guyon Din disambut tawa para tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Din mengatasnamakan keluarga besar Muhammadiyah sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang sutradara Hanung Bramantio.
Mungkin, kata Din lagi , tak banyak yang sudah lebih dari satu kali mendapat kesempatan menonton film yang dibintangi oleh Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca.
Din kemudian menjelaskan, Wapres Boediono adalah salah satu tokoh bangsa yang terlahirkan dari hasil perjuangan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Saat kecil, Wapres Boediono bersekolah di SD Muhammadiyah.
"Bagi saya, ini adalah yang ke enam kalinya (tonton Sang Pencerah) sejak preview. Dan ternyata, saya mengetahui, menyadari, tugas baru seorang ketua umum Muhammadiyah adalah mendampingi nonton bareng Sang Pencerah," ujar Din yang kembali disambut tawa para tamu undangan.
Guyonan Din berlanjut. Ia tanpa sungkan-sunkan menyatakan kesediannya untuk meluangkan waktu mendampingi pejabat negara lainnya bila berkenan menggelar acara nonton bareng film yang bercerita perjuangan KH Ahmad Dahlan yang mencoba mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
"Oleh karena itu siapa nanti pejabat, tokoh lain yang ingin nonton dan memerlukan keikutsertaan ketua umum Muhammadiyah, saya menyediakan waktu. Apalagi nontonnya gratis. Dan walaupun sudah enam kali nonton, saya tidak merasa bosan. Makin lama nonton, makin asyik. Kalau tidak percaya, tontonlah beberapa kali lagi," kata Din yang kembali disambut tawa.
Bahkan, Din secara berterus terang mengaku, sudah yang ke enam kalinya dirinya menyaksikan film bernuansa religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantio ini.
Saat mendampingi Wapres Boediono menyaksikan Sang Pencerah, Jumat (17/9/2010) malam di Studio XXI Plaza Indonesia, Din juga mendoakan kepada sang produser Raam Punjabi tidak merugi karena membuat film ini.
"Insyaallah tidak rugi. Bahkan kami mendorong untuk segera memproduksi Sang Pencerah kedua. Karena Sang Pencerah pertama ini hanya hingga KH Ahmad Dahlam mendirikan Muhammadiyah," kata Din.
Din, dengan sindiran halus, di depan para tamu undangan yang ikut menyaksikan nobar Sang Pencerah menyatakan, sejak Muhammadiyah berdiri hingga periode kepimpinannya, belum difilmkan.
"Dari pendirian Muhammadiyah hingga sekarang belum. Dan belum juga meliputi ketua umum Muhammadiyah yang sekarang," guyon Din disambut tawa para tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Din mengatasnamakan keluarga besar Muhammadiyah sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang sutradara Hanung Bramantio.
Mungkin, kata Din lagi , tak banyak yang sudah lebih dari satu kali mendapat kesempatan menonton film yang dibintangi oleh Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca.
Din kemudian menjelaskan, Wapres Boediono adalah salah satu tokoh bangsa yang terlahirkan dari hasil perjuangan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Saat kecil, Wapres Boediono bersekolah di SD Muhammadiyah.
"Bagi saya, ini adalah yang ke enam kalinya (tonton Sang Pencerah) sejak preview. Dan ternyata, saya mengetahui, menyadari, tugas baru seorang ketua umum Muhammadiyah adalah mendampingi nonton bareng Sang Pencerah," ujar Din yang kembali disambut tawa para tamu undangan.
Guyonan Din berlanjut. Ia tanpa sungkan-sunkan menyatakan kesediannya untuk meluangkan waktu mendampingi pejabat negara lainnya bila berkenan menggelar acara nonton bareng film yang bercerita perjuangan KH Ahmad Dahlan yang mencoba mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
"Oleh karena itu siapa nanti pejabat, tokoh lain yang ingin nonton dan memerlukan keikutsertaan ketua umum Muhammadiyah, saya menyediakan waktu. Apalagi nontonnya gratis. Dan walaupun sudah enam kali nonton, saya tidak merasa bosan. Makin lama nonton, makin asyik. Kalau tidak percaya, tontonlah beberapa kali lagi," kata Din yang kembali disambut tawa.
Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

