Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Din Syamsuddin Tak Bosan Nonton Sang Pencerah

Tribunnews.com - Sabtu, 18 September 2010 15:16 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Din Syamsuddin Tak Bosan Nonton  Sang Pencerah
Film Sang Pencerah
"Insyaallah tidak rugi. Bahkan kami mendorong untuk segera memproduksi Sang Pencerah kedua. Karena Sang Pencerah pertama ini hanya hingga KH Ahmad Dahlam mendirikan Muhammadiyah,"
Din Syamsuddin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film Sang Pencerah yang alur ceritanya menceritakan tentang kegigihan KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, begitu punya makna mendalam bagi Din Syamsuddin yang beberapa waktu lalu kembali  terpilih sebagai Ketua PP Muhammadiyah hingga periode berikutnya. 

Bahkan, Din secara berterus terang mengaku, sudah yang ke enam kalinya dirinya menyaksikan film bernuansa religi yang disutradarai oleh Hanung Bramantio ini. 

Saat mendampingi Wapres Boediono menyaksikan Sang Pencerah, Jumat (17/9/2010) malam di Studio XXI Plaza Indonesia, Din juga mendoakan kepada sang produser Raam Punjabi tidak merugi karena membuat film ini.

"Insyaallah tidak rugi. Bahkan kami mendorong untuk segera memproduksi Sang Pencerah kedua. Karena Sang Pencerah pertama ini hanya hingga KH Ahmad Dahlam mendirikan Muhammadiyah," kata Din.

Din, dengan sindiran halus,  di depan para tamu undangan yang ikut menyaksikan nobar Sang Pencerah menyatakan,  sejak Muhammadiyah berdiri hingga periode kepimpinannya, belum difilmkan.

"Dari pendirian Muhammadiyah hingga sekarang belum. Dan belum juga meliputi ketua umum Muhammadiyah yang sekarang," guyon Din disambut tawa para tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Din mengatasnamakan keluarga besar Muhammadiyah sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang sutradara Hanung Bramantio. 

Mungkin, kata Din lagi , tak banyak  yang sudah lebih dari satu kali mendapat kesempatan menonton film yang dibintangi oleh Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca.

Din kemudian menjelaskan, Wapres Boediono adalah salah satu tokoh bangsa yang terlahirkan dari hasil perjuangan  Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Saat kecil, Wapres Boediono bersekolah di SD Muhammadiyah.

"Bagi saya, ini adalah yang ke enam kalinya (tonton Sang Pencerah) sejak preview. Dan ternyata, saya mengetahui, menyadari, tugas baru seorang ketua umum Muhammadiyah adalah mendampingi nonton bareng Sang Pencerah," ujar Din yang kembali disambut tawa para tamu undangan.

Guyonan Din berlanjut. Ia tanpa sungkan-sunkan menyatakan kesediannya untuk meluangkan waktu mendampingi pejabat negara lainnya bila berkenan menggelar acara nonton bareng film yang bercerita perjuangan KH Ahmad Dahlan yang mencoba mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.

"Oleh karena itu siapa nanti pejabat, tokoh lain yang ingin nonton dan memerlukan keikutsertaan ketua umum Muhammadiyah, saya menyediakan waktu. Apalagi nontonnya gratis. Dan walaupun sudah enam kali nonton, saya tidak merasa bosan. Makin lama nonton, makin asyik. Kalau tidak percaya, tontonlah beberapa kali lagi," kata Din yang kembali disambut tawa.

Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup