TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ruth Sahanaya: Malaysia Adalah Rumah Kedua Saya
Tribunnews.com - Selasa, 21 September 2010 19:00 WIB
Berita Terkait: Indonesia dan Malaysia Memanas
TRIBUNNEWS.COM - Penyanyi Ruth Sahanaya mengaku jika memburuknya hubungan Malaysia dan Indonesia sangat sedih. Demikian dilansir Daily Chili, Selasa (21/9/2010).
"Saya sangat sedih dengan keadaan ini," kata Uthe, demikian ia diakrabi, saat diwawancarai di Kuala Lumpur usai hadir di acara konser The Music, Arts, Style International Festival atau MASiF 2010.
"Kita seharusnya mempolitisasi segala sesuatu atau ikut-ikutan dengan agenda politik para politisi yang tersembunyi. Kedamaian adalah sesuatu hal yang kita butuhkan," jelas Uthe lagi.
Uthe yang menganggap Malaysia sebagai rumah keduanya mengatakan dirinya sudah tidak ingat lagi berapa kali ia berkunjung ke Malaysia. "Saya tidak ingat berapa kali saya ke sini. Ini adalah rumah kedua saya dan saya berulang kali mengunjungi Malaysia sejak pertama kali merilis album pertama saya di tahun 1986," ujar penyanyi berusia 44 tahun ini.
"Sudah jelas Malaysia dan juga penggemar saya di Malaysia sangat baik kepada saya. Saya merasa aman dan menganggapnya rumah sendiri di manapun saya berada di sini," kata Uthe, kelahiran Bandung, 1 September 1966 ini.
Ia berharap bisa menyebarkan pesan dalam konser yang akan digelar merayakan 25 tahun kariernya di dunia musik pada 25 November mendatang. "Musik adalah bahasa universal dan saya ingin membawa kedua negara bersatu dalam lagu-lagu saya," kata Uthe.
"Saya sangat sedih dengan keadaan ini," kata Uthe, demikian ia diakrabi, saat diwawancarai di Kuala Lumpur usai hadir di acara konser The Music, Arts, Style International Festival atau MASiF 2010.
"Kita seharusnya mempolitisasi segala sesuatu atau ikut-ikutan dengan agenda politik para politisi yang tersembunyi. Kedamaian adalah sesuatu hal yang kita butuhkan," jelas Uthe lagi.
Uthe yang menganggap Malaysia sebagai rumah keduanya mengatakan dirinya sudah tidak ingat lagi berapa kali ia berkunjung ke Malaysia. "Saya tidak ingat berapa kali saya ke sini. Ini adalah rumah kedua saya dan saya berulang kali mengunjungi Malaysia sejak pertama kali merilis album pertama saya di tahun 1986," ujar penyanyi berusia 44 tahun ini.
"Sudah jelas Malaysia dan juga penggemar saya di Malaysia sangat baik kepada saya. Saya merasa aman dan menganggapnya rumah sendiri di manapun saya berada di sini," kata Uthe, kelahiran Bandung, 1 September 1966 ini.
Ia berharap bisa menyebarkan pesan dalam konser yang akan digelar merayakan 25 tahun kariernya di dunia musik pada 25 November mendatang. "Musik adalah bahasa universal dan saya ingin membawa kedua negara bersatu dalam lagu-lagu saya," kata Uthe.
Penulis: Widiyabuana Andarias |
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Seleb Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

