TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Panglima Kumbang dari Kalteng Pimpin Rapat di Tarakan
Tribunnews.com - Selasa, 28 September 2010 13:46 WIB

Tribun Kaltim/Nika Ruru
Panglima Kumbang dari Kalteng berupaya menenangkan massa yang berkumpul di depan kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) di Tarakan.
Berita Terkait: Konflik Pecah di Tarakan
- Keluarga 5 Korban Bentrok Tarakan Dapat Rp 10 Juta
- Walikota Tarakan: Semua Biaya Korban Bentrokan Ditanggung…
- Biaya Keamanan Pasca-Bentrok Tarakan Rp 1 Miliar
- Walikota Tarakan Enggan Ungkap Akar Masalah Kasus…
- Salempang Kecewa dengan Pelayanan Polresta Tarakan
- Enam Anggota Komisi III DPR RI Tinjau Lokasi Kerusuhan
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Sekitar seribu orang yang tadinya terkonsentrasi di kawasan Plaza Tarakan Jl Yos Sudarso, Selasa (28/9/2010), bergerak menuju Kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Cabang Tarakan di Jl Diponegoro, Sebengkok, Tarakan Tengah.
Di kantor ini, diselenggarakan pertemuan tertutup yang dipimpin tokoh adat dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang disebut "Panglima Kumbang".
Turut hadir perwakilan suku asli Kalimantan dari Samarinda, Malinau, Kutai, dan Kalimantan Tengah. Hadir pula beberapa sesepuh dan tokoh Pemuda Tarakan yang dipercaya.
Sementara di luar ruang pertemuan, massa berteriak-teriak mencari seseorang yang disebut-sebut bernama Haji Sani.
Pantauan Tribunkaltim.co.id, saat dalam perjalanan dari Plaza Tarakan ke Kantor Puasaka, massa sempat bertemu dengan Walikota Tarakan, Udhin Hianggio.
Massa tidak menggubris walikota karena dinilai tidak mampu mengatasi masalah. Kapolresta Tarakan AKBP Dharu Siswanto dan mantan Walikota Jusuf SK yang menemui massa pun tidak dipedulikan.
Seperti diketahui, situasi Tarakan sempat mencekam menyusul penyerangan yang dilakukan sekelompok
orang ke sebuah daerah hingga menewaskan seorang tokoh masyarakat setempat bernama Abdullah (45). Penyerangan itu juga menyebabkan anak Abdullah mengalami luka serius di wajah dan tangannnya.
Sesaat setelah peristiwa itu, kelompok warga lainnya menyerang balik dengan membakar dua rumah yang diduga rumah milik pelaku pembunuhan. Konflik yang terjadi antarkelompok ini menyebabkan aktivitas kota Tarakan lumpuh.
Toko-toko tutup dan sekolah diliburkan. Ratusan warga yang bermukim di wilayah konflik diungsikan. Hingga kini mereka belum berani pulang ke rumah. Meski tokoh masyarakat dari dua kelompok telah bertemu dan mengeluarkan 9 butir kesepakatan, namun hingga sore tadi konsentrasi massa masih terlihat di sejumlah tempat.
Bahkan, ribuan orang yang tadinya berkumpul di kantor Pusaka, ramai-ramai mengepung Polresta Tarakan. Mereka meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan. Dari informasi yang diperoleh Tribun, polisi sudah mengamankan dua pelaku. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan. (*)
TRIBUNNEWS.COM, TARAKAN - Sekitar seribu orang yang tadinya terkonsentrasi di kawasan Plaza Tarakan Jl Yos Sudarso, Selasa (28/9/2010), bergerak menuju Kantor Persatuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Cabang Tarakan di Jl Diponegoro, Sebengkok, Tarakan Tengah.
Di kantor ini, diselenggarakan pertemuan tertutup yang dipimpin tokoh adat dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang disebut "Panglima Kumbang".
Turut hadir perwakilan suku asli Kalimantan dari Samarinda, Malinau, Kutai, dan Kalimantan Tengah. Hadir pula beberapa sesepuh dan tokoh Pemuda Tarakan yang dipercaya.
Sementara di luar ruang pertemuan, massa berteriak-teriak mencari seseorang yang disebut-sebut bernama Haji Sani.
Pantauan Tribunkaltim.co.id, saat dalam perjalanan dari Plaza Tarakan ke Kantor Puasaka, massa sempat bertemu dengan Walikota Tarakan, Udhin Hianggio.
Massa tidak menggubris walikota karena dinilai tidak mampu mengatasi masalah. Kapolresta Tarakan AKBP Dharu Siswanto dan mantan Walikota Jusuf SK yang menemui massa pun tidak dipedulikan.
Seperti diketahui, situasi Tarakan sempat mencekam menyusul penyerangan yang dilakukan sekelompok
orang ke sebuah daerah hingga menewaskan seorang tokoh masyarakat setempat bernama Abdullah (45). Penyerangan itu juga menyebabkan anak Abdullah mengalami luka serius di wajah dan tangannnya.
Sesaat setelah peristiwa itu, kelompok warga lainnya menyerang balik dengan membakar dua rumah yang diduga rumah milik pelaku pembunuhan. Konflik yang terjadi antarkelompok ini menyebabkan aktivitas kota Tarakan lumpuh.
Toko-toko tutup dan sekolah diliburkan. Ratusan warga yang bermukim di wilayah konflik diungsikan. Hingga kini mereka belum berani pulang ke rumah. Meski tokoh masyarakat dari dua kelompok telah bertemu dan mengeluarkan 9 butir kesepakatan, namun hingga sore tadi konsentrasi massa masih terlihat di sejumlah tempat.
Bahkan, ribuan orang yang tadinya berkumpul di kantor Pusaka, ramai-ramai mengepung Polresta Tarakan. Mereka meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan. Dari informasi yang diperoleh Tribun, polisi sudah mengamankan dua pelaku. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan. (*)
Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Tribun Kaltim
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Regional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

