TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Patrialis Akbar Tak Merasa Dibohongi Syaukani
Tribunnews.com - Selasa, 28 September 2010 18:40 WIB

Berita Lainnya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak merasa dibohongi oleh mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani HS. Meski koruptor tersebut terlihat segar bugar di kampung halamannya, di Kutai Kertanegara, Patrialis menyatakan pemberian grasi yang diberikan sudah tepat.
Ditemui di Istana Negara usai menghadiri acara pelantikan Panglima TNI Agus Soehartono dan KSAL Laksdya Soeparno, Patrialis mengatakan, akan mengecek kebenaran sakit Syaukani yang dikabarkan mendadak sehat tak lama setelah tiba di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Sebelumnya, Syaukani bisa bebas setelah mendapatkan grasi (pengampunan) dari Presiden SBY dengan pertimbangan sakit permanen yang diperkuat oleh pernyataan tim dokter yang menangani Syaukani, yang tak lain mantan Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur ini.
"Informasi seperti ini, saya akan meminta kakanwil di sana (Kutai Kertanegara) untuk melakukan cek dan ricek, benar atau tidak. Kalau memang betul, ya di luar dugaan kita sebagai manusia biasa. Kita memberikan itu (grasi) atas dasar kemanusiaan. Dan ini cuma satu-satunya kasus korupsi yang mendapatkan grasi," kata Patrialais.
Patrialis menjelaskan, kapasitasnya sebagai Menkum HAM, termasuk Presiden SBY, tidak berwewenang untuk mencabut grasi yang diberikan kepada Syaukani HS.
"Saya tak merasa dibohongi. Saya tak melihat ada pembhonongan karena begitulah kenyataannya. Apalagi, ada rekomendasi dari dokter sangat kuat, resmi. Juga wawancara bersama-sama. Jadi, waktu itu nggak (dibohongi). Kalau sekarang ada kesembuhan, saya kira suatu keajaiban," kata Patrialis sambil tersenyum.
Ia juga menolak bila dikatakan pemerintah telah melakukan kesalahan dalam memberikan grasi kepada koruptor, maupun remisi kepada teroris.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar tidak merasa dibohongi oleh mantan Bupati Kutai Kertanegara Syaukani HS. Meski koruptor tersebut terlihat segar bugar di kampung halamannya, di Kutai Kertanegara, Patrialis menyatakan pemberian grasi yang diberikan sudah tepat.
Ditemui di Istana Negara usai menghadiri acara pelantikan Panglima TNI Agus Soehartono dan KSAL Laksdya Soeparno, Patrialis mengatakan, akan mengecek kebenaran sakit Syaukani yang dikabarkan mendadak sehat tak lama setelah tiba di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.
Sebelumnya, Syaukani bisa bebas setelah mendapatkan grasi (pengampunan) dari Presiden SBY dengan pertimbangan sakit permanen yang diperkuat oleh pernyataan tim dokter yang menangani Syaukani, yang tak lain mantan Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur ini.
"Informasi seperti ini, saya akan meminta kakanwil di sana (Kutai Kertanegara) untuk melakukan cek dan ricek, benar atau tidak. Kalau memang betul, ya di luar dugaan kita sebagai manusia biasa. Kita memberikan itu (grasi) atas dasar kemanusiaan. Dan ini cuma satu-satunya kasus korupsi yang mendapatkan grasi," kata Patrialais.
Patrialis menjelaskan, kapasitasnya sebagai Menkum HAM, termasuk Presiden SBY, tidak berwewenang untuk mencabut grasi yang diberikan kepada Syaukani HS.
"Saya tak merasa dibohongi. Saya tak melihat ada pembhonongan karena begitulah kenyataannya. Apalagi, ada rekomendasi dari dokter sangat kuat, resmi. Juga wawancara bersama-sama. Jadi, waktu itu nggak (dibohongi). Kalau sekarang ada kesembuhan, saya kira suatu keajaiban," kata Patrialis sambil tersenyum.
Ia juga menolak bila dikatakan pemerintah telah melakukan kesalahan dalam memberikan grasi kepada koruptor, maupun remisi kepada teroris.(*)
Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

