TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Damien: Harusnya Ahmadiyah Dibikin Seperti Protestan
Tribunnews.com - Selasa, 5 Oktober 2010 15:37 WIB
"Harusnya Ahmadiyah dibikin saja seperti Kristen. Kristen itu bisa dibagi jadi Protestan. Saya kira mereka juga bisa saja seperti itu. Tapi itu baru wacana dan sebatas usul. Perlu dibicarakan lagi,"
Damien Dematra
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gerakan Peduli Pluralisme, Damien Dematra menilai, konflik tak berkesudahan antara kelompok jamaah Ahmadiyah dengan sebagian masyarakat Islam, khususnya masyarakat yang lokasinya dekat dengan tempat kelompok tersebut menetap, merupakan persoalan yang harus diselesaikan dan dicari jalan tengahnya secara keyakinan.
Damien berpendapat jika Ahmadiyah tetap mengakui kelompoknya sebagai bagian dari Islam meski sebagian ajarannya ada yang berbeda, maka sudah seharusnya mereka berdialog mencari penyelesaian dengan tokoh Islam.
Bisa saja, Ahmadiyah mendeklarasikan diri sebagai golongan lain pecahan Islam, seperti halnya Kristen yang terbagi menjadi Katolik dan Protestan.
"Harusnya Ahmadiyah dibikin saja seperti Kristen. Kristen itu bisa dibagi jadi Protestan. Saya kira mereka juga bisa saja seperti itu. Tapi itu baru wacana dan sebatas usul. Perlu dibicarakan lagi," ujar Damien di Jakarta. Selasa (5/10/2010).
Damien menilai, membuat kompromi seperti itu bisa saja dilakukan sebagai salah satu langkah dalam menangani persoalan Ahmadiyah tersebut. Ia melihat, persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa membuat konflik tersebut meluas menjadi konflik kekerasan secara fisik.
"Belajar dari pengalaman sejarah agama masa lalu, konflik kristen juga sama soal akidahnya. Jadi kalau Ahmadiyah tetap seperti ini kenapa tidak dibikin seperti Protestan saja," ujarnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gerakan Peduli Pluralisme, Damien Dematra menilai, konflik tak berkesudahan antara kelompok jamaah Ahmadiyah dengan sebagian masyarakat Islam, khususnya masyarakat yang lokasinya dekat dengan tempat kelompok tersebut menetap, merupakan persoalan yang harus diselesaikan dan dicari jalan tengahnya secara keyakinan.
Damien berpendapat jika Ahmadiyah tetap mengakui kelompoknya sebagai bagian dari Islam meski sebagian ajarannya ada yang berbeda, maka sudah seharusnya mereka berdialog mencari penyelesaian dengan tokoh Islam.
Bisa saja, Ahmadiyah mendeklarasikan diri sebagai golongan lain pecahan Islam, seperti halnya Kristen yang terbagi menjadi Katolik dan Protestan.
"Harusnya Ahmadiyah dibikin saja seperti Kristen. Kristen itu bisa dibagi jadi Protestan. Saya kira mereka juga bisa saja seperti itu. Tapi itu baru wacana dan sebatas usul. Perlu dibicarakan lagi," ujar Damien di Jakarta. Selasa (5/10/2010).
Damien menilai, membuat kompromi seperti itu bisa saja dilakukan sebagai salah satu langkah dalam menangani persoalan Ahmadiyah tersebut. Ia melihat, persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa membuat konflik tersebut meluas menjadi konflik kekerasan secara fisik.
"Belajar dari pengalaman sejarah agama masa lalu, konflik kristen juga sama soal akidahnya. Jadi kalau Ahmadiyah tetap seperti ini kenapa tidak dibikin seperti Protestan saja," ujarnya.
Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
