TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Ketum PP Kukar: Kami Tolak Dokter Independen ICW Periksa Syaukani
Tribunnews.com - Kamis, 7 Oktober 2010 12:19 WIB

Tribun Kaltim/Basir Daud
Syaukani Hassan Rais Diturunkan dari Helikopter Setibanya di Tenggarong Kukar
Berita Lainnya
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud
TENGGARONG, TRIBUNNEWS.COM -- Pemuda Pancasila (PP) Kukar menolak kedatangan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Kukar membawa dokter independen untuk memeriksa kondisi kesehatan mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais (HR).
"Kami sangat prihatin dengan kondisi Pak Syaukani. Seluruh Indonesia tahu Pak Syaukani sakit permanen. Karena itu kami menolak ICW membawa dokter independen," ujar Plt Ketua Umum PP Kukar Mus Mulyadi, Kamis (7/10/2010).
Mus mengatakan, Syaukani mendapatkan grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pertimbangan kesehatan yang sulit disembuhkan. Dengan mempertanyakan kebijakan Presiden, berarti ICW tidak percaya Presiden. "Tidak mungkin Presiden memberikan grasi tanpa pertimbangan," katanya.
Seharusnya, ICW mengkritisi persoalan yang lebih besar dalam skala nasional yang terjadi di Pusat Pemerintahan. "Banyak masalah besar di Jakarta yang perlu diurus. Daripada mempermasalahkan kondisi kesehatan bapak kami. Beliau adalah tokoh otonomi Kukar. Kukar tidak mungkin semaju sekarang tanpa peran beliau," katanya. (*)
TENGGARONG, TRIBUNNEWS.COM -- Pemuda Pancasila (PP) Kukar menolak kedatangan Indonesia Corruption Watch (ICW) ke Kukar membawa dokter independen untuk memeriksa kondisi kesehatan mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais (HR).
"Kami sangat prihatin dengan kondisi Pak Syaukani. Seluruh Indonesia tahu Pak Syaukani sakit permanen. Karena itu kami menolak ICW membawa dokter independen," ujar Plt Ketua Umum PP Kukar Mus Mulyadi, Kamis (7/10/2010).
Mus mengatakan, Syaukani mendapatkan grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan pertimbangan kesehatan yang sulit disembuhkan. Dengan mempertanyakan kebijakan Presiden, berarti ICW tidak percaya Presiden. "Tidak mungkin Presiden memberikan grasi tanpa pertimbangan," katanya.
Seharusnya, ICW mengkritisi persoalan yang lebih besar dalam skala nasional yang terjadi di Pusat Pemerintahan. "Banyak masalah besar di Jakarta yang perlu diurus. Daripada mempermasalahkan kondisi kesehatan bapak kami. Beliau adalah tokoh otonomi Kukar. Kukar tidak mungkin semaju sekarang tanpa peran beliau," katanya. (*)
Editor: Tjatur Wisanggeni | Sumber: Tribun Kaltim
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Regional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

