Calon Kapolri
Gayus Tersinggung Disebut Cengeng oleh Ruhut
Anggota Komisi III Gayus Lumbuun tidak terima disebut cengeng oleh rekannya di Komisi III DPR RI, Ruhut 'Poltak' Sitompul.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di akhir fit and proper test calon Kapolri Komjen Timur Pradopo,anggota Komisi III Gayus Lumbuun, tidak terima disebut cengeng oleh rekannya di Komisi III DPR RI, Ruhut 'Poltak' Sitompul.
Ketika Timur Pradopo usai memberikan jawabannya atas seluruh pertanyaan, Ketua Komisi III, Benny Kabur Harman mengatakan bahwa semua fraksi sudah menggunakan haknya.
"Interupsi ketua. Saya sudah dijanjikan untuk menanyakan. Ada dua hal. Pertama mengenai pertemuan calon dengan pimpinan DPR. Apakah ada pembicaraan khusus?," sergah Gayus Lumbuun meminta izin kepada ketua Komisi.
"Itu nanti saja. Setelah skors silakan masukkan dalam pandangan mini fraksi," timpal Benny K Harman.
Tiba-tiba Ruhut menyela dengan perkataan yang kurang menyenangkan Gayus Lumbuun. "Apa kepentingannya kita mengetahui pertemuan dengan pimpinan. EGP, emang gue pikirin. Untuk apa profesor Gayus Lumbuun dan Komisi III harus merendahkan diri hanya untuk hal seperti itu. Jangan cengeng," ujar Ruhut.
Spontan saja hal tersebut memakar emosi Gayus Lumbuun. "Ini bukan masalah cengeng atau tidak cengeng. Apakah ada pembicaraan khusus yang mempengaruhi," katanya dengan wajah marah.
Terlebih Ketua Komisi III, Benny Kabur Harman langsung menutup sidang. "Sudah tidak ada interupsi lagi?," tanyanya kepada seluruh anggota dan langsung mengetuk palu sidang "tok", langsung Benny meninggalkan tempat duduknya.
"Baiklah kalau ketua tidak mengizinkan untuk dijawab. Saya tidak terima karena ada yang menyebut nama saya dalam rapat ini. Saya harus klarifikasi. Karena tidak boleh komentar anggota dikomentari," Kata Gayus dengan muka tampak kesal.