TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Timur Jangan Sungkan Benahi Polri
Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010 18:24 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
UJI KELAYAKAN - Calon Kapolri, Komjen Pol Timur Pradopo, menjalani uji kelayakan di depan anggota Komisi III DPR-RI, Kamis (14/10/2010). Timur adalah calon tunggal yang diajukan Presiden kepada DPR, untuk memimpin jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
Berita Terkait: Calon Kapolri
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komjen Pol Timur Pradopo mendapat perhatian besar dari rakyat Indonesia untuk membenahi internal Polri ke depan. Agar total, calon Kapolri ini tak boleh sungkan, kendati pembenahan korpsnya bertabrakan dengan kepentingan perwiranya, misalnya kasus Gayus Tambunan.
Dalam kepemimpinannya ke depan, Timur sudah dihadiahi utang demikian banyak. Dari penyelesaian kasus Gayus yang melibatkan anggota Polri, rekening gendut perwira Polri, sampai penanganan kasus Bank Century, yang kini sudah kehilangan gempitanya.
"Kita berharap Timur Pradopo tangani rekening gendut, khususnya Ketua Tim Independen Matius Salempang. Kasus internal ini diselesaikan dulu. Kalau difokuskan kasus eksternal, orang tidak akan percaya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Wacth kepada Tribunnews.com, Minggu (17/10/2010).
Menurut Neta, lumrahnya pergantian pucuk pimpinan Polri, Kapolri selanjutnya kerap terjebak pada budaya eweuh pakeweuh. Banyak kasus lama yang awalnya menjadi perhatian publik, mulai redup di saat kepemimpinan yang baru. Jelas, utang masa lalu harus dibayar tuntas Timur.
"Jadi bargaining tidak. Tapi eweuh pakeweuh iya, untuk menyentuh kasus lama yang menjadi utang Kapolri lama. Karena dalam tradisi kepolisian, selama ini tidak ada kasus utang lama diselesaikan kapolri baru, khususnya kasus internal," imbuh Neta.
Bukan saja harapan IPW, tapi juga masyarakat Indonesia menginginkan pembenahan internal benar-benar direalisasikan. Apalagi, dalam uji kelayakan di depan DPR waktu lalu, Timur berkomitmen melanjutkan reformasi kepolisian.
"Kita berharap Timur menghilangkan eweuh pakeweuh yang selama ini membayangi kepimpinanan di Polri. IPW berharap Timur membawa Polri sesuai keinganan rakyat banyak. Timur jangan terjebak dalam budaya eweuh pakeweuh terutama kasus Gayus," ucapnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komjen Pol Timur Pradopo mendapat perhatian besar dari rakyat Indonesia untuk membenahi internal Polri ke depan. Agar total, calon Kapolri ini tak boleh sungkan, kendati pembenahan korpsnya bertabrakan dengan kepentingan perwiranya, misalnya kasus Gayus Tambunan.
Dalam kepemimpinannya ke depan, Timur sudah dihadiahi utang demikian banyak. Dari penyelesaian kasus Gayus yang melibatkan anggota Polri, rekening gendut perwira Polri, sampai penanganan kasus Bank Century, yang kini sudah kehilangan gempitanya.
"Kita berharap Timur Pradopo tangani rekening gendut, khususnya Ketua Tim Independen Matius Salempang. Kasus internal ini diselesaikan dulu. Kalau difokuskan kasus eksternal, orang tidak akan percaya," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Wacth kepada Tribunnews.com, Minggu (17/10/2010).
Menurut Neta, lumrahnya pergantian pucuk pimpinan Polri, Kapolri selanjutnya kerap terjebak pada budaya eweuh pakeweuh. Banyak kasus lama yang awalnya menjadi perhatian publik, mulai redup di saat kepemimpinan yang baru. Jelas, utang masa lalu harus dibayar tuntas Timur.
"Jadi bargaining tidak. Tapi eweuh pakeweuh iya, untuk menyentuh kasus lama yang menjadi utang Kapolri lama. Karena dalam tradisi kepolisian, selama ini tidak ada kasus utang lama diselesaikan kapolri baru, khususnya kasus internal," imbuh Neta.
Bukan saja harapan IPW, tapi juga masyarakat Indonesia menginginkan pembenahan internal benar-benar direalisasikan. Apalagi, dalam uji kelayakan di depan DPR waktu lalu, Timur berkomitmen melanjutkan reformasi kepolisian.
"Kita berharap Timur menghilangkan eweuh pakeweuh yang selama ini membayangi kepimpinanan di Polri. IPW berharap Timur membawa Polri sesuai keinganan rakyat banyak. Timur jangan terjebak dalam budaya eweuh pakeweuh terutama kasus Gayus," ucapnya.(*)
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

