TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Dosa-dosa Boaz yang Buat Riedl Jengah
Tribunnews.com - Jumat, 19 November 2010 00:03 WIB

istimewa
Boaz Salosa, pemain depan Timnas Indonesia
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Alfred Riedl, membeberkan alasannya mencoret Boaz Salossa dari skuad Timnas. Menurutnya, Boaz telah melakukan tindakan indisiliner.
“Pada TC II ia tidak datang. Setelah lawan Uruguay (laga uji coba-Red), ia tidak ikut latihan pagi. Besoknya, ia mengaku sakit meskipun sorenya latihan kecil di pinggir lapangan. Sehari kemudian, ia absen lagi saya tidak tahu apakah ia sakit perut atau cedera. Lusanya, ia tidak ikut latihan lagi,” ujar Riedl usai memimpin latihan, di Lapangan Timnas, Kamis (18/11/2010).
Ia juga menyiratkan, alasan Boaz seolah dibuat-buat dan tidak masuk akal. Pun sejatinya ia tetap meminta penjelaan logis dari Boaz.
“Ketika TC II jelang laga uji coba lawan Uruguay dan Maladewa, Boaz mengatakan kepada saya akan ada urusan keluarga di bulan November. Artinya, ia mengatakan ada urusan keluarga sebulan sebelumnya. Bagaimana Anda bisa menjelaskan itu kepada saya?,” tambah Riedl.
Lebih lanjut Riedl mengatakan, pada TC terakhir Boaz juga mangkir datang pada pelatihan pertama. “Ia kembali tidak datang pada TC III dengan alasan anaknya sakit atau apapun itu. Dengan begitu, sudah beberapa kali ia melakukan tindakan indisipliner. Ini bukan kesalahan saya. Tapi saya bingung, kenapa media dan publik masih mendukung dia?”
“Sebaiknya ada yang mau mengubah dia. Kasih pelatihan yang baik. Karena saya lihat, belum ada yang melakukan itu selama ini,” pungkas Riedl.
“Pada TC II ia tidak datang. Setelah lawan Uruguay (laga uji coba-Red), ia tidak ikut latihan pagi. Besoknya, ia mengaku sakit meskipun sorenya latihan kecil di pinggir lapangan. Sehari kemudian, ia absen lagi saya tidak tahu apakah ia sakit perut atau cedera. Lusanya, ia tidak ikut latihan lagi,” ujar Riedl usai memimpin latihan, di Lapangan Timnas, Kamis (18/11/2010).
Ia juga menyiratkan, alasan Boaz seolah dibuat-buat dan tidak masuk akal. Pun sejatinya ia tetap meminta penjelaan logis dari Boaz.
“Ketika TC II jelang laga uji coba lawan Uruguay dan Maladewa, Boaz mengatakan kepada saya akan ada urusan keluarga di bulan November. Artinya, ia mengatakan ada urusan keluarga sebulan sebelumnya. Bagaimana Anda bisa menjelaskan itu kepada saya?,” tambah Riedl.
Lebih lanjut Riedl mengatakan, pada TC terakhir Boaz juga mangkir datang pada pelatihan pertama. “Ia kembali tidak datang pada TC III dengan alasan anaknya sakit atau apapun itu. Dengan begitu, sudah beberapa kali ia melakukan tindakan indisipliner. Ini bukan kesalahan saya. Tapi saya bingung, kenapa media dan publik masih mendukung dia?”
“Sebaiknya ada yang mau mengubah dia. Kasih pelatihan yang baik. Karena saya lihat, belum ada yang melakukan itu selama ini,” pungkas Riedl.
Editor: Anwar Sadat Guna | Sumber: Bolanews.com
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Superball Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

