TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
KBRI akan Telusuri Penyiksaan Nelayan Nunukan
Tribunnews.com - Jumat, 19 November 2010 20:38 WIB

Tribunkaltim/Niko Ruru
Korban penganiayaan Polis Malaysia
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
NUNUKAN, TRIBUNNEWS.COM -- Pihak Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia merespon cepat dugaan penganiayaan yang dilakukan Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia terhadap empat nelayan Indonesia di perairan perbatasan RI-Malaysia sekitar Pulau Sekaca, Nunukan.
Koordinator Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi Tawau, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Widoratno Rahendra Dijaya mengatakan, pihaknya telah meminta penjelasan kepada aparat terkait di Tawau, Sabah terkait kejadian tersebut.
"Kami sudah meminta penjelasan dari pihak terkait di Tawau dan mereka masih sedang menyelidiki kasus ini, bagaimana inisden ini terjadi. Kita tunggu, kita harapkan bisa segera ada kejelasan mengenai kasus itu," ujarnya, Jumat (19/11/2010) sore ini di Tawau.
Soal tindakan apa saja yang sudah diambil pihak KBRI Malaysia, hingga kini belum ada upaya lebih jauh selain meminta penjelasan seperti yang diungkapkannya. "Mereka harus mencatat, melakukan penyelidikan yang lebih teliti mengenai kasus ini," ujarnya.
Terkait kasus tersebut, pihaknya memang telah menerima informasi dari dalam negeri. "Saya pikir sama yang disampaikan teman-teman. Kita juga memperoleh informasi dari tanah air seperti itu, saya pikir itu saja dulu yah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. (*)
NUNUKAN, TRIBUNNEWS.COM -- Pihak Kedutan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia merespon cepat dugaan penganiayaan yang dilakukan Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia terhadap empat nelayan Indonesia di perairan perbatasan RI-Malaysia sekitar Pulau Sekaca, Nunukan.
Koordinator Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi Tawau, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Widoratno Rahendra Dijaya mengatakan, pihaknya telah meminta penjelasan kepada aparat terkait di Tawau, Sabah terkait kejadian tersebut.
"Kami sudah meminta penjelasan dari pihak terkait di Tawau dan mereka masih sedang menyelidiki kasus ini, bagaimana inisden ini terjadi. Kita tunggu, kita harapkan bisa segera ada kejelasan mengenai kasus itu," ujarnya, Jumat (19/11/2010) sore ini di Tawau.
Soal tindakan apa saja yang sudah diambil pihak KBRI Malaysia, hingga kini belum ada upaya lebih jauh selain meminta penjelasan seperti yang diungkapkannya. "Mereka harus mencatat, melakukan penyelidikan yang lebih teliti mengenai kasus ini," ujarnya.
Terkait kasus tersebut, pihaknya memang telah menerima informasi dari dalam negeri. "Saya pikir sama yang disampaikan teman-teman. Kita juga memperoleh informasi dari tanah air seperti itu, saya pikir itu saja dulu yah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. (*)
Editor: Tjatur Wisanggeni | Sumber: Tribun Kaltim
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Regional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

