Kamis, 17 Mei 2012
Tribunnews.com

Kontras Tidak Yakin Timur Ungkap Kasus Tama

Tribunnews.com - Jumat, 19 November 2010 16:48 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Kontras Tidak Yakin Timur Ungkap Kasus Tama
TRIBUNNEWS.COM/SAMUEL FEBRIANTO
Aktivis ICW, Tama S Langkun, yang dianiaya beberapa orang tak dikenal, Kamis silam sedianya diperbolehkan oleh pihak RS Asri, Duren Tiga, pulang hari ini, Selasa (13/7/2010)
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Haris Azhar, Koordinator Kontras, tidak yakin bahwa kasus penganiayaan aktivis ICW, Tama S Lankung, dapat terungkap. Janji Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo untuk mengungkap kasus-kasus menonjol, menurutnya, hanya digunakan untuk menjalankan fit and proper test.

"Kalau kondisinya seperti ini, saya khawatir itu hanya statemen saja, saya menduga seperti itu karena banyaknya tekanan publik terhadap kasus Tama," terang Haris saat menemani Tama di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/11/2010).

Haris melihat ketidakseriusan Timur ketika Mantan Kapolda Metro Jaya itu tidak mempunyai konsep dalam penanganan kasus Tama. "Buktinya Polda dan Polres (Jakarta Selatan) tidak nyambung," ujarnya.

Haris menceritakan ketika tim investigasi mendatangi Polres Jaksel, mereka disuruh menanyakan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Namun, sesampainya di Polda Metro Jaya, mereka diinformasikan bahwa kasus itu ditangani Polres Jaksel. "Kita seperti di ping-pong," tuturnya.

Seharusnya, kata Haris, pasca Timur Pradopo dilantik menjadi Kapolri, Jendral Bintang Empat itu melakukan reorganisasi penyidik yang menangani kasus Tama. Tetapi hal itu tidak dilakukannya. "Ini bukti bahwa Timur Pradopo hanya jualan statement," tukasnya.

Penulis: Ferdinand Waskita  |  Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup