TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Begini Detik-detik Ida Kusumah Meninggal Saat Syuting
Tribunnews.com - Jumat, 26 November 2010 00:45 WIB

IST
Ida Kusumah meninggal dunia pada saat syuting, Kamis (25/11/2010)
IDA KUSUMAH
LAYAR LEBAR
Puteri Revolusi (1955),
Malam Tak Berembun (1961),
Menjusuri Djedjak Berdarah (1967),
Bila Cinta Bersemi (1972),
Buah Bibir (1972),
Ratu Ular (1972),
Ratu Amplop (1974),
Laila Majenun (1975),
Duo Kribo (1977),
Yuli Buah Hati Kekasih Mama (1977),
Kabut Sutra Ungu (1979),
Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa (1979),
Sang Guru (1981),
Hidung Belang Kena Batunya (1982),
Sorga Dunia di Pintu Neraka (1983),
Akibat Buah Terlarang (1984),
Pelangi di Balik Awan (1984),
Gejolak Cinta Pertama (1985),
Opera Jakarta (1986),
Pernikahan Berdarah (1987),
Catatan Si Boy II (1988),
Jodoh Boleh Diatur (1988),
Kamus Cinta Sang Primadona (1988),
Cinta Yang Terjual (1989),
Catatan Si Boy III (1989),
Catatan Si Boy IV (1989),
Godain Kita Dong (1989)
Kemesraan (1989),
Makelar Kodok (1989),
Si Kabayan dan Gadis Kota (1989),
Valentine Kasih Sayang Bagimu (1989),
Boleh-Boleh Aja (1990),
Boneka Dari Indiana (1990),
Boss Carmad (1990),
Cinta Anak Muda (1990),
Curi-Curi Kesempatan (1990),
Dorce Ketemu Jodoh (1990),
Gonta Ganti (1990),
Isabella (1990),
Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990),
Makelar Kodok Untung Besar (1990),
Oom Pasikom (1990),
Pengantin (1990),
Ricky (1990),
Sang Pembela (1990),
Sepondok Dua Cinta (1990),
Olga dan Sepatu Roda (1991),
Sekretaris (1991),
Taksi Juga (1991),
Zig Zag (1991),
Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),
Gadis Malam (1993),
Setetes Noda Manis (1994),
Cintapuccino (2007),
Bebek Belur (2010)
Puteri Revolusi (1955),
Malam Tak Berembun (1961),
Menjusuri Djedjak Berdarah (1967),
Bila Cinta Bersemi (1972),
Buah Bibir (1972),
Ratu Ular (1972),
Ratu Amplop (1974),
Laila Majenun (1975),
Duo Kribo (1977),
Yuli Buah Hati Kekasih Mama (1977),
Kabut Sutra Ungu (1979),
Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa (1979),
Sang Guru (1981),
Hidung Belang Kena Batunya (1982),
Sorga Dunia di Pintu Neraka (1983),
Akibat Buah Terlarang (1984),
Pelangi di Balik Awan (1984),
Gejolak Cinta Pertama (1985),
Opera Jakarta (1986),
Pernikahan Berdarah (1987),
Catatan Si Boy II (1988),
Jodoh Boleh Diatur (1988),
Kamus Cinta Sang Primadona (1988),
Cinta Yang Terjual (1989),
Catatan Si Boy III (1989),
Catatan Si Boy IV (1989),
Godain Kita Dong (1989)
Kemesraan (1989),
Makelar Kodok (1989),
Si Kabayan dan Gadis Kota (1989),
Valentine Kasih Sayang Bagimu (1989),
Boleh-Boleh Aja (1990),
Boneka Dari Indiana (1990),
Boss Carmad (1990),
Cinta Anak Muda (1990),
Curi-Curi Kesempatan (1990),
Dorce Ketemu Jodoh (1990),
Gonta Ganti (1990),
Isabella (1990),
Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990),
Makelar Kodok Untung Besar (1990),
Oom Pasikom (1990),
Pengantin (1990),
Ricky (1990),
Sang Pembela (1990),
Sepondok Dua Cinta (1990),
Olga dan Sepatu Roda (1991),
Sekretaris (1991),
Taksi Juga (1991),
Zig Zag (1991),
Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),
Gadis Malam (1993),
Setetes Noda Manis (1994),
Cintapuccino (2007),
Bebek Belur (2010)
Berita Terkait: Ida Kusumah Meninggal
Laporan Tribunnews.com, Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Indonesia kembali kehilangan tokoh perfilman dan musik terbaiknya. Ida Kusumah (71) aktris tiga jaman benar-benar sudah dipanggil Allah walau hari-hari masih terasa hangat main sinetron di televisi.
Si Oma dalam sinetron Cinta Fitri terpanjang di Indonesia ini begitu lekat di hati masyarakat. Dinda Kanya Dewi dan Shireen Sungkar teman syutingnya menyaksikan langsung detik detik Ida Kusumah menjelang ajalnya, pas pada saat syuting juga, Kamis (25/11/2010) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Sekitar jam 8, lagi nggak take, dan kita baru mau makan bareng. Si Oma benerin bantal dan sempet kejang-kejang kemudian menggigit lidah. Si Oma dibawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, ternyata sudah nggak ada (meninggal)" ujar Dinda Kanya Dewi, di Rumah Sakit Puri Cinere, Kamis (25/11/2010).
Padahal, menurut Dinda, Si Oma Ida Kusumah masih tampak sehat saat di lokasi syuting. Bahkan Ida Kusumah sempat bercanda dengan rekan-rekan pemain sinetron Cinta Fitri.
"Sejak di lokasi syuting, kita sebelumnya ketawa-ketawa dan dia pengen ngumpul sama Golden Girl-nya dan masih becanda-becanda seperti biasa. Nggak ada tanda apapun," papar Dinda Kanya Dewi.
Pada saat di lokasi syuting hanya terdapat Mami Iren dan kakak Verlita. Menurut Shireen Sungkar Oma (Ida Kusuma) sedang tidak merasa sakit.
"Tapi Oma lagi nggak sakit," ucap Shireen Sungkar. Dinda Kanya Dewi pun menjelaskan kalau almarhumah sangat kuat sampai tidak memberitahukan penyakitnya.
"Dia sangat kuat. Dia nggak ngomong apa-apa dan kalau ke lokasi selalu bawa makanan," papar Dinda Kanya Dewi.
Lahir di Jakarta
31 Agustus 1939.
Nama Lengkap
Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah
atau Ida Kusumah
PENGHARGAAN
Putri Peragawati I (1960),
Ratu Jakarta III (1960),
Kesetiaan Profesi dari BP2N (1996),
Life Time Achievement Awards dari SCTV (2008)
SINETRON
Saling Silang (1994),
Madun (1995),
Mak Comblang (1996),
Pelangi di Rumah Susun (1997),
Olga dan Sepatu Roda (1997),
Cinta Fitri (2007),
Cinta Fitri 2 (2008) (*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Indonesia kembali kehilangan tokoh perfilman dan musik terbaiknya. Ida Kusumah (71) aktris tiga jaman benar-benar sudah dipanggil Allah walau hari-hari masih terasa hangat main sinetron di televisi.
Si Oma dalam sinetron Cinta Fitri terpanjang di Indonesia ini begitu lekat di hati masyarakat. Dinda Kanya Dewi dan Shireen Sungkar teman syutingnya menyaksikan langsung detik detik Ida Kusumah menjelang ajalnya, pas pada saat syuting juga, Kamis (25/11/2010) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Sekitar jam 8, lagi nggak take, dan kita baru mau makan bareng. Si Oma benerin bantal dan sempet kejang-kejang kemudian menggigit lidah. Si Oma dibawa ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, ternyata sudah nggak ada (meninggal)" ujar Dinda Kanya Dewi, di Rumah Sakit Puri Cinere, Kamis (25/11/2010).
Padahal, menurut Dinda, Si Oma Ida Kusumah masih tampak sehat saat di lokasi syuting. Bahkan Ida Kusumah sempat bercanda dengan rekan-rekan pemain sinetron Cinta Fitri.
"Sejak di lokasi syuting, kita sebelumnya ketawa-ketawa dan dia pengen ngumpul sama Golden Girl-nya dan masih becanda-becanda seperti biasa. Nggak ada tanda apapun," papar Dinda Kanya Dewi.
Pada saat di lokasi syuting hanya terdapat Mami Iren dan kakak Verlita. Menurut Shireen Sungkar Oma (Ida Kusuma) sedang tidak merasa sakit.
"Tapi Oma lagi nggak sakit," ucap Shireen Sungkar. Dinda Kanya Dewi pun menjelaskan kalau almarhumah sangat kuat sampai tidak memberitahukan penyakitnya.
"Dia sangat kuat. Dia nggak ngomong apa-apa dan kalau ke lokasi selalu bawa makanan," papar Dinda Kanya Dewi.
Lahir di Jakarta
31 Agustus 1939.
Nama Lengkap
Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah
atau Ida Kusumah
PENGHARGAAN
Putri Peragawati I (1960),
Ratu Jakarta III (1960),
Kesetiaan Profesi dari BP2N (1996),
Life Time Achievement Awards dari SCTV (2008)
SINETRON
Saling Silang (1994),
Madun (1995),
Mak Comblang (1996),
Pelangi di Rumah Susun (1997),
Olga dan Sepatu Roda (1997),
Cinta Fitri (2007),
Cinta Fitri 2 (2008) (*)
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama | Editor: Iswidodo
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Seleb Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
