Kamis, 23 Februari 2012
Tribunnews.com
Home » Seleb » Gosipi

Pong Harjatmo Bintangi Iklan Jamu Vitalitas

Tribunnews.com - Selasa, 7 Desember 2010 22:08 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Pong Harjatmo Bintangi Iklan Jamu Vitalitas
TRIBUN JOGJA/JUNIANTO SETYADI
Pong Harjatmo (berkacamata) menikmati makanan khas Solo, Selasa (7/12/2010)
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Junianto Setyadi

TRIBUNNEWS.COM, SOLO –
Kenekatan aktor lawas Pong Harjatmo mencoreti  atap gedung kura-kura DPR, akhir Juli lalu, berbuah kontrak iklan. Dianggap punya semangat hidup tinggi, pria berusia 68 tahun ini dikontrak untuk  tampil dalam iklan produk jamu vitalitas dan kopi ginseng.

“Syuting atau pengambilan gambarnya akan dilakukan di sebuah hotel di Solo, tanggal 17 Desember nanti,” kata Pong, yang ditemui Tribun Jogja seusai  menyantap  makanan di Warung Selat Mbak Lies, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/12/2010) sore.

Pada tayangan iklan itu nanti pria kelahiran Solo, yang kelihatan awet muda, tersebut akan tampil sebagai pekerja yang terlihat lesu dan capai karena rapat di kantor dan sibuk bekerja sampai sore.

“Lantas, setelah minum kopi ginseng atau jamu yang diiklankan, orang yang lesu itu jadi segar kembali,” papar Pong, kemudian tertawa.

Kehadiran Pong di Solo, antara lain, untuk keperluan pembuatan iklan tersebut. Selain itu, pria berkacamata tersebut  juga menghadiri kirab pusaka menyambut 1 Sura (Muharram) yang digelar oleh pihak Pura Mangkunegaran, Senin (6/12/2010) malam.

“Saya tidak asing dengan Mangkunegaran, karena waktu tinggal di Solo, dulu, rumah saya tak jauh dari Mangkunegaran. Di sebelah barat pura,” ucap Pong, yang mengudap di warung Selat Mbak Lies bersama beberapa  kerabat Pura Mangkunegaran, termasuk Gusti Pangeran Haryo (GPH) Herwasto Kusumo.

Mengenai kirab pusaka, Pong mengapresiasinya sebagai cara merayakan pergantian tahun dengan upacara yang sakral tanpa hura-hura. “Tanpa kembang api, tanpa musik, tanpa petasan. Sakral,”  pujinya.

Pong berharap kegiatan rutin setiap tahun, yang menyedot banyak orang, itu dikemas sehingga bisa menjadi sebuah acara wisata yang menarik. “Kemasannya dikembangkan tanpa melanggar pakem yang ada,” saran pria yang mengenakan kaos berkerah warna putih ini. (*)

Editor: Tjatur Wisanggeni
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
Ads Star
BERITA TERKINI
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup