Selasa, 9 Juni 2026

Batal Nikah Gara-gara Twitter

Calon pengantin baru jangan sembarang berkicau di media sosial, seperti Twitter, jika tidak ingin masuk bui.

Tayang:
Editor: OMDSMY Novemy Leo
TRIBUNNEWS.COM, CHINA --- Calon pengantin baru jangan sembarang berkicau di media sosial, seperti Twitter, jika tidak ingin masuk bui. Sebagaimana dialami calon pengantin asal Cina, Cheng Jianping.

Pasangan Cheng dan tunangannya Hua Chuncui yang berprofesi sebagai aktivis hak azasi manusia dijemput paksa tentara China akibat bersahut-sahutan soal politik di Twitter.

Kejadian bermula saat Hua Chunhui mengeposkan sebuah tweet berbunyi: "Demonstrasi anti-Jepang, memboikot produk Jepang, semuanya sudah dilakukan bertahun-tahun lalu...."

Pesan sarkastik tersebut ditujukan bagi partai Nasionalis China yang memboikot produk Jepang karena sengketa antara kedua negara memperebutkan pulau Diaoyu/Senkaku di Timur Laut China.

Cheng pun membalas kicauan sang kekasih, "Gugat wahai pemuda yang marah!!". Dan, akibat  postingan mereka itu, Cheng dan Hua menghilang pada malam pernikahan mereka, 27 Oktober lalu.

Ternyata, malam bahagia itu, Hua ditangkap dan dimasukkan ke penjara. Hua baru dibebaskan lima hari kemudian, namun Hua masih dihukum paksa di Sungai Shibali di kota Zhengzhou.

Akibat kejadian tersebut, pasangan aktivis ini pun harus rela menunggu selama setahun untuk mengikrarkan pernikahan suci mereka. Di China, media sosial seperti Twitter dilarang.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved