TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Tabir Gagalnya Penalti Firman Utina Terungkap
Tribunnews.com - Jumat, 31 Desember 2010 16:34 WIB

Istimewa
Kapten Timnas Indonesia, Firman Utina gagal mengeksekusi Penalti di Final leg kedua Piala AFF 2010
Berita Terkait: Piala AFF 2010
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah tabir rahasia dari final Piala AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno akhirnya terungkap. Kiper Malaysia, Khairul Fahmi, membeberkan kunci sukses saat dia berhasil mengantisipasi tendangan penalti Firman Utina.
Banyak yang menilai kegagalan penalti Firman menjadi satu faktor penentu Indonesia tak mampu menjadi juara. Saat itu sepakkan kaki kanan Firman mampu dengan mudah ditangkap Fahmi, dan Merah Putih cuma bisa menang 2-1 di akhir laga.
"Aku memang sudah tahu Firman akan menendang ke arah kiriku. Ini karena Pelatih Rajagobal sudah memebritahu kami kalau dia memang seringkali menendang ke arah situ," beber Fahmi.
Fahmi memang memuji Rajagobal sebagai satu faktor mengapa timnya bisa menajdi juara. Dan dia pun merasa beruntung telah menuruti instruksi pelatihnya itu terkait penalti Firman.
"Pelatih telah mengkaji sepakkan penalti Firman dan pemain Indonesia lain, dan itu jelas sangat membantuku," sambung dia.Mengenai sorotan sinar laser yangs empat mengarah kepadanya saat babak pertama, Fahmi tak terlalu mempedulikannya.
"Memang sedikit mengganggu, tapi mental dan fokus tetap pada pertandingan, walau apapun yang coba mereka lakukan. Aku tak berpikir meminta pertandingan dihentikan sperti yang dilakukan kiper Indonesia," pungkas dia. (soccer)
Banyak yang menilai kegagalan penalti Firman menjadi satu faktor penentu Indonesia tak mampu menjadi juara. Saat itu sepakkan kaki kanan Firman mampu dengan mudah ditangkap Fahmi, dan Merah Putih cuma bisa menang 2-1 di akhir laga.
"Aku memang sudah tahu Firman akan menendang ke arah kiriku. Ini karena Pelatih Rajagobal sudah memebritahu kami kalau dia memang seringkali menendang ke arah situ," beber Fahmi.
Fahmi memang memuji Rajagobal sebagai satu faktor mengapa timnya bisa menajdi juara. Dan dia pun merasa beruntung telah menuruti instruksi pelatihnya itu terkait penalti Firman.
"Pelatih telah mengkaji sepakkan penalti Firman dan pemain Indonesia lain, dan itu jelas sangat membantuku," sambung dia.Mengenai sorotan sinar laser yangs empat mengarah kepadanya saat babak pertama, Fahmi tak terlalu mempedulikannya.
"Memang sedikit mengganggu, tapi mental dan fokus tetap pada pertandingan, walau apapun yang coba mereka lakukan. Aku tak berpikir meminta pertandingan dihentikan sperti yang dilakukan kiper Indonesia," pungkas dia. (soccer)
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Superball Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

