TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Pak Kapolda! Apa Kabar Kasus Tama dan Tempo?
Tribunnews.com - Selasa, 11 Januari 2011 10:04 WIB

Tribunnews.com/Iwantaunuzi
Aktivis ICW Tama S Langkun, saat dirawat di RS Asri Duren Tiga Jakarta, Kamis (8/7/2010) silam. Hingga kini belum ada kejelasan soal pengungkapan tindak penganiayaan itu
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Polri menyambangi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di tempat kerjanya, Selasa (11/1/2011).
Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari Kontras, LBH Jakarta, LBH APIK, Setara Institute, ICW, Imparsial, Forkon, dan Arus Pelangi menyambangi Sutarman pukul 09.00 WIB.
Tujuan dari kedatangan mereka untuk mempertanyakan Kapolda Metro Jaya yang baru dalam mengungkap kasus-kasus yang belum terungkap hingga saat ini, seperti pemukulan aktivis ICW Tama S Langkun dan aksi bom molotov di depan kantor Tempo. Semua itu masih buram dan belum tertangkap pelakunya.
"Kita hanya mengingatkan agenda penegakan hukum di ibu kota, sekalian mempertanyakan kasus besar seperti Tama dan Tempo, karena setelah ganti kapolda yang baru belum ada info," kata koordinator koalisi masyarakat sipil untuk reformasi Polri, Indria Fernida saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya.
Selain itu, ada tujuh hal yang menjadi perhatian khusus koalisi masyarakat ini, adapun yang akan menjadi fokus pembicaraan dengan Sutarman diantaranya, Kekerasan terhadap pekerja HAM, kekerasan oleh kelompok-kelompok vigilante, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan rekayasa kasus, penanganan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga, penanganan demonstrasi mahasiswa, perlindungan terhadap kelompok minoritas, dan akuntabilitas Polri.
Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari Kontras, LBH Jakarta, LBH APIK, Setara Institute, ICW, Imparsial, Forkon, dan Arus Pelangi menyambangi Sutarman pukul 09.00 WIB.
Tujuan dari kedatangan mereka untuk mempertanyakan Kapolda Metro Jaya yang baru dalam mengungkap kasus-kasus yang belum terungkap hingga saat ini, seperti pemukulan aktivis ICW Tama S Langkun dan aksi bom molotov di depan kantor Tempo. Semua itu masih buram dan belum tertangkap pelakunya.
"Kita hanya mengingatkan agenda penegakan hukum di ibu kota, sekalian mempertanyakan kasus besar seperti Tama dan Tempo, karena setelah ganti kapolda yang baru belum ada info," kata koordinator koalisi masyarakat sipil untuk reformasi Polri, Indria Fernida saat ditemui wartawan di Polda Metro Jaya.
Selain itu, ada tujuh hal yang menjadi perhatian khusus koalisi masyarakat ini, adapun yang akan menjadi fokus pembicaraan dengan Sutarman diantaranya, Kekerasan terhadap pekerja HAM, kekerasan oleh kelompok-kelompok vigilante, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan rekayasa kasus, penanganan terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga, penanganan demonstrasi mahasiswa, perlindungan terhadap kelompok minoritas, dan akuntabilitas Polri.
Penulis: Adi Suhendi | Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

