Penumpang pesawat
Penumpang Pesawat 2010 Capai 53,4 juta
Sepanjang 2010 lalu, jumlah penumpang pesawat di Indonesia mencapai 53,4 persen.
Pertumbuhan industri penerbangan ini terjadi karena semakin murahnya tarif sehingga bisa dijangkau masyarakat. Sejak kebijakan, penggolongan layanan, banyak maskapai yang masuk dalam layanan low cost carrier (LCC). Layanan ini tarifnya bersaing dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan kapal laut.
Peningkatan jumlah penumpang pada 2010 dinilai karena maskapai yang ada di golongan berpelayanan minimum (no frill) semakin agresif menawarkan tarif tiket yang terjangkau, dan cukup bersaing dengan kapal atau kereta api.
Disebutkan, untuk penerbangan domestik 2010 mencapai 43,77 juta penumpang atau meningkat 22,77 persen dibandingkan dengan sebelumnya 35,65 juta orang.
Sementara di rute internasional mengalami peningkatan 20,74 persen dari 7,96 juta menjadi 9,62 juta penumpang.Penghitungan BPS dari 5 bandara utama, yakni Soekarno-Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), Hasanuddin (Makassar), Polonia (Medan), dan sejumlah pelabuhan udara lainnya.
Direktur Niaga Sriwijaya Air, Toto Nursatyo mengatakan, pertumbuhan tahun ini akan tetap besar mengingat potensi pasar masih sangat besar. "Pertumbuhannya mungkin masih mencapai dua digit," kata Toto beberapa waktui lalu.