Kamis, 14 Mei 2026

Fadel Malu Indonesia Impor Garam

Fadel Muhammad malu saat Indonesia yang sejak dulu terkenal pengekspor garam, kini menjadi pengimpor garam

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad malu saat Indonesia yang sejak dulu terkenal pengekspor garam, kini menjadi pengimpor garam. Langkah impor garam ini ironis dan memalukan bagi negara maritim seperti Indonesia.

Fadel menjelaskan, dirinya malu saat menjabat sebagai Menteri KKP mengetahui Indonesia mengimpor garam sebanyak 1,6 juta ton untuk mencukupi kebutuhan garam nasional. Sedangkan Indonesia sendiri, terkenal sebagai nagara yang kaya akan laut, yang bisa memproduksi garam.

"Dari kecil, kita di sekolah sudah tahu bahwa Indonesia eksportir garam. Sekarang kan kita impor garam 1,6 juta ton. Makanya saat saya jadi Menteri, saya malu," akunya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/2/2011).

Dengan itu, Fadel menjelaskan dirinya bersama Presiden SBY bergerak cepat memelajari dan mencari daerah-daerah pengolahan baru. Dan oleh SBY, 2 daerah basis garam Indonesia ditetapkan yaitu Madura dan NTT.

Selain itu, masih terdapat 40 kabupaten pengahasil garam yang turut memasok kebutuhan garam nasional.

Fadel melanjutkan dengan dimulainya tahun ini NTT sebagai lumbung garam, produksi garam nasional dapat tumbuh 200 hingga 300 ribu ton.

Sebagaimana dijelaskan Menteri KKP ini, bahwa produksi garam nasional selama ini kurang dari 1 juta ton. Sedangkan kebutuhan garam nasional per tahun mencapai 2,6 juta ton. Untuk mencukupi kekurangan tersebut, sebesar 1,6 juta ton garam diimpor dari luar negeri.

Menurut Fadel, target swasembada garam akan bisa tercapai 2014 mendatang.  Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengimpor garam sebanyak 300 ribu ton dari Australia dan India.

“Memang ironis itu. Jadi negara kita yang panjang pantainya itu masih impor (garam),” ungkap Anggota Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra, saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Petani garam di sini, imbuhnya, masih banyak dilakukan industri kecil. Kecuali PT Garam yang notabenenya tidak bisa berproduksi secara maksimal sesuai kebutuhan garam.

Dikatakannya, Komisi VI DPR RI, akan membentuk Panitia Kerja (Panja) Garam. “Maka komisi VI akan buat panja garam. Panja gula sudah menemukan titik terang untuk bisa merumuskan pola baik di on farm maupun off farm,” paparnya.

Kalau perlu, tegasnya, akan dilakukan revitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) garam. “Kalau perlu revitalisasi untuk BUMN garam,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh mengatakan, Indonesia mengimpor garam dari Australia dan India sebanyak 300 ribu ton. Proses impor sendiri dilakukan dalam dua tahap, dan masing- masing 150 ribu ton.

”Impor garam ini bertujuan mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Produksi perusahaan garam rakyat serta BUMN PT Garam tidak mampu memenuhi kebutuhan. Ibu- ibu  di rumah makin doyan garam. Tapi walau kita impor, PT Garam tetap wajib produksi, makanya dikeluarkan izin impor garam tambahan,” ujarnya, saat konperensi pers, di kantornya, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Sementara itu, Direktur Impor, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan  mengungkapkan total kebutuhan garam di dalam negeri per tahun sebanyak 2,7 juta ton.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved