TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
Mira: Hak Masyarakat Menonton Film Lokal dan Asing
Tribunnews.com - Minggu, 20 Februari 2011 21:15 WIB

IST
Berita Terkait: Penarikan Film Asing
Laporan Wartawan Tribunnews.com: Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penarikan film-film asing dari bioskop Indonesia membuat Mira Lesmana resah. Menurut produser Film Garasi itu, akses untuk menonton film, baik lokal maupun asing, adalah hak masyarakat.
"Kita harus sadar bahwa mendapatkan akses menonton film lokal maupun asing adalah hak masyarakat yang harus dijaga dan dipertahankan," kata Mira Lesmana dalam pesan jejaring sosial, Minggu (20/2/2011).
Suami Mathias Muchus itu menyatakan bahwa sebenarnya pajak film tidak hanya dibebankan kepada film asing tetapi juga film Indonesia. "Film Indonesia juga menderita karena tekanan pajak yang berat," katanya
Menurut Mira, membayar pajak memang kewajiban pembuat film, pengedar, dan penonton film. Namun, ia berharap agar pemerintah menyalurkan kembali penghasilan pajak yang telah didapat untuk membangun industri perfilman.
"Adalah KEWAJIBAN PEMERINTAH untuk menyalurkan kembali penghasilan pajak film (alias uang rakyat) bagi kepentingan perfilman," tulis Mira.
Produser Laskar Pelangi itu juga menganggap kualitas film Indonesia masih banyak yang di bawah standar. Oleh karena itu, dibutuhkan film asing yang bermutu untuk dipelajari sineas lokal.
"Siapa pun sadar, kualitas film Indonesia masih banyak yang di bawah standar. Karenanya masih sangat dibutuhkan film-film asing yg bermutu untuk ditonton dan dipelajari baik oleh pembuat maupun penonton film di Indonesia," tandasnya.(*)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penarikan film-film asing dari bioskop Indonesia membuat Mira Lesmana resah. Menurut produser Film Garasi itu, akses untuk menonton film, baik lokal maupun asing, adalah hak masyarakat.
"Kita harus sadar bahwa mendapatkan akses menonton film lokal maupun asing adalah hak masyarakat yang harus dijaga dan dipertahankan," kata Mira Lesmana dalam pesan jejaring sosial, Minggu (20/2/2011).
Suami Mathias Muchus itu menyatakan bahwa sebenarnya pajak film tidak hanya dibebankan kepada film asing tetapi juga film Indonesia. "Film Indonesia juga menderita karena tekanan pajak yang berat," katanya
Menurut Mira, membayar pajak memang kewajiban pembuat film, pengedar, dan penonton film. Namun, ia berharap agar pemerintah menyalurkan kembali penghasilan pajak yang telah didapat untuk membangun industri perfilman.
"Adalah KEWAJIBAN PEMERINTAH untuk menyalurkan kembali penghasilan pajak film (alias uang rakyat) bagi kepentingan perfilman," tulis Mira.
Produser Laskar Pelangi itu juga menganggap kualitas film Indonesia masih banyak yang di bawah standar. Oleh karena itu, dibutuhkan film asing yang bermutu untuk dipelajari sineas lokal.
"Siapa pun sadar, kualitas film Indonesia masih banyak yang di bawah standar. Karenanya masih sangat dibutuhkan film-film asing yg bermutu untuk ditonton dan dipelajari baik oleh pembuat maupun penonton film di Indonesia," tandasnya.(*)
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Juang Naibaho
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Seleb Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
