TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Sriwijaya Air Tambah 8.178 Kursi untuk Ceng Beng
Tribunnews.com - Selasa, 15 Maret 2011 19:36 WIB

Kompasiana
Sriwijaya Air
Berita Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maskapai penerbangan mulai menyiapkan diri menghadapi hari raya Ceng Beng pada awal April mendatang.
Sriwijaya Air menyiapkan kursi tambahan sebanyak 8.178 kursi untuk mengantisipasi melimpahnya penumpang, khususnya untuk rute dengan konsentrasi masyarakat Tionghoa.
Manajer Komunikasi Sriwijaya, Agus Soedjono mengatakan, untuk mengantisipasi permintaan pelanggan dalam rangka Ceng Beng, Sriwijaya Air menyediakan penerbangan ekstra (ekstra flight) ke beberapa kota tujuan di atas, mulai tanggal 25 Maret sampai dengan 5 April 2011.
Penambahan kapasitas dilakukan dengan peningkatan frekuensi, seperti untuk rute Jakarta - Pangkalpinang ditingkatkan mulai tujuh hingga delapan kali penerbangan setiap harinya.
"Penambahan penerbangan dilakukan mulai 25 Maret sampai 5 April," kata Agus di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Rute Jakarta-Tanjungpandan (Belitung) yang biasanya dua kali ditingkatkan menjadi empat kali, sedangkan Jakarta-Pontianak menjadi lima kali.
"Untuk menghindari lonjakan pelanggan, diharapkan para pengguna jasa agar melakukan reservasi sesegera mungkin," imbau Agus.
Sementara Manajer Senior bidang Komunikasi Eksternal Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan saat ini, pihaknya merencanakan meningkatkan penerbangan Jakarta-Lampung dari dua frekuensi menjadi empat frekuensi selama masa hari raya tersebut.
Sedangkan Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, saat ini pihaknya sedang melihat-lihat peluang dahulu, apakah permintaan penerbangan bertambah atau tidak. "Kita wait and see dulu, kalau permintaan banyak, maka akan ada penambahan," tandasnya.
Ceng Beng adalah ritual suci bagi masyarakat Tionghoa yang dilakukan secara turun temurun seiap tahun sekali. Tradisi dalam bentuk “ziarah” ke makam orang tua dan leluhurnya ini, selalu memiliki keunikan untuk daerah-daerah tertentu sebagai ajang “pulang kampung” ke tempat makam leluhurnya. Daerah yang memiliki kepadatan ritual tersebut antara lain Pangkal Pinang, Tanjung Pandan dan Pontianak.
Sriwijaya Air menyiapkan kursi tambahan sebanyak 8.178 kursi untuk mengantisipasi melimpahnya penumpang, khususnya untuk rute dengan konsentrasi masyarakat Tionghoa.
Manajer Komunikasi Sriwijaya, Agus Soedjono mengatakan, untuk mengantisipasi permintaan pelanggan dalam rangka Ceng Beng, Sriwijaya Air menyediakan penerbangan ekstra (ekstra flight) ke beberapa kota tujuan di atas, mulai tanggal 25 Maret sampai dengan 5 April 2011.
Penambahan kapasitas dilakukan dengan peningkatan frekuensi, seperti untuk rute Jakarta - Pangkalpinang ditingkatkan mulai tujuh hingga delapan kali penerbangan setiap harinya.
"Penambahan penerbangan dilakukan mulai 25 Maret sampai 5 April," kata Agus di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Rute Jakarta-Tanjungpandan (Belitung) yang biasanya dua kali ditingkatkan menjadi empat kali, sedangkan Jakarta-Pontianak menjadi lima kali.
"Untuk menghindari lonjakan pelanggan, diharapkan para pengguna jasa agar melakukan reservasi sesegera mungkin," imbau Agus.
Sementara Manajer Senior bidang Komunikasi Eksternal Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan saat ini, pihaknya merencanakan meningkatkan penerbangan Jakarta-Lampung dari dua frekuensi menjadi empat frekuensi selama masa hari raya tersebut.
Sedangkan Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait mengatakan, saat ini pihaknya sedang melihat-lihat peluang dahulu, apakah permintaan penerbangan bertambah atau tidak. "Kita wait and see dulu, kalau permintaan banyak, maka akan ada penambahan," tandasnya.
Ceng Beng adalah ritual suci bagi masyarakat Tionghoa yang dilakukan secara turun temurun seiap tahun sekali. Tradisi dalam bentuk “ziarah” ke makam orang tua dan leluhurnya ini, selalu memiliki keunikan untuk daerah-daerah tertentu sebagai ajang “pulang kampung” ke tempat makam leluhurnya. Daerah yang memiliki kepadatan ritual tersebut antara lain Pangkal Pinang, Tanjung Pandan dan Pontianak.
Penulis: Hendra Gunawan | Editor: Prawira Maulana
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Bisnis Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan


