TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
KPK Diminta Terlibat Upaya Transparansi Tender
Tribunnews.com - Jumat, 6 Mei 2011 15:33 WIB

tribunnews.com/hasanuddin aco
Gambar rencana pembangunan gedung DPR yang baru
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk terlibat langsung proses
tender pembangunan gedung baru DPR untuk menjamin transparansi.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara Koalisi Masyarakat Dukung Transparansi (KMDT), Fikri Aziz melalui rilis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (6/5/2011).
"KPK harus terlibat langsung, bukan hanya mengawasi agar terjamin transparansinya," ujar Fikri Aziz.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan agar KPK tidak disebut sebagai lembaga negara yang justru melegalkan praktek korupsi dalam pembangunan gedung yang menghabiskan triliunan rupiah ini.
"Anggaran pembangunan gedung baru DPR sebesar lebih dari Rp 1,1 trilyun, itu tidak sedikit. Harus ada transparansi proses seterang-terangnya," tegasnya.
Terlebih setelah terdengar kabar yang menyatakan panitia pengadaan gedung baru DPR sebenarnya telah mengantongi calon pemenang jauh sebelum proses ini berjalan.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara Koalisi Masyarakat Dukung Transparansi (KMDT), Fikri Aziz melalui rilis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (6/5/2011).
"KPK harus terlibat langsung, bukan hanya mengawasi agar terjamin transparansinya," ujar Fikri Aziz.
Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan agar KPK tidak disebut sebagai lembaga negara yang justru melegalkan praktek korupsi dalam pembangunan gedung yang menghabiskan triliunan rupiah ini.
"Anggaran pembangunan gedung baru DPR sebesar lebih dari Rp 1,1 trilyun, itu tidak sedikit. Harus ada transparansi proses seterang-terangnya," tegasnya.
Terlebih setelah terdengar kabar yang menyatakan panitia pengadaan gedung baru DPR sebenarnya telah mengantongi calon pemenang jauh sebelum proses ini berjalan.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

