Selasa, 22 Mei 2012
Tribunnews.com

PPATK Akui Pimpinan Ponpes Al Zaytun Nasabah Bank Century

Tribunnews.com - Jumat, 6 Mei 2011 20:24 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
PPATK Akui Pimpinan Ponpes Al Zaytun Nasabah Bank Century
tribunnews.com/ismanto
Kepala PPATK Yunus Husein enggan beberkan data individual per kasus ke Komisi III DPR RI khawatir hal itu dimanfaatkan oleh pengacara aktif dari anggota DPR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Yunus Husein mengaku, pihaknya sempat menyinggung pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang saat melaporkan kasus Bank Century. Kala itu, menurut Yunus, ada kemiripan nama antara Panji dengan nama nasabah Bank Century yang ada dalam laporan PPATK.

"Dulu laporan saya kasus bank century itu biasa-biasa saja. Salah satu nasabah ada yang namanya mirip dengan yang bersangkutan," ungkap Yunus saat ditemui di Komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Yunus menambahkan, pihaknya belum menerima laporan terkait aliran dana Ponpes Al Zaytun. Karenanya dia belum bisa memastikan apakah betul ada aliran dana Ponpes Al Zaytun dari petinggi partai politik.

Meski begitu, Yunus menyatakan PPATK tidak akan bersikap jemput bola dalam menyikapi permasalahan Ponpes Al Zaytun. Pasalanya, PPATK masih memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan.

"Kalau penegak hukum, polisi jalan, kita bantu lah," kilahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun AS Panji Gumilang menegaskan, dirinya tidak lagi berkait dengan aktivitas Negara Islam Indonesia (NII). NII sudah mati sejak Kartosuwiryo ditangkap pada 1962.

"Itu semua sudah selesai, sudah tidak ada," kata Panji Gumilang kepada Tv One di Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Panji pun mengaku tidak mengetahui sosok Adah Jaelani, mantan petinggi NII dari Jawa Barat yang ditengarai berada di ponpes Al Zaytun. "Saya tidak tahu. Yang saya tahu dalam buku sejarah, mereka sudah menjalani hukuman pada 1962," ucapnya.

Disebutkan dalam situs NII Crisis Center, Gumilang, pengasuh pondok pesantren Al Zaytun memiliki kedekatan dengan Adah Jaelani. Menurut pengakuan mantan Tibmara dan Garda Ma’had, mantan pentolan NII Adah Jaelani kini sudah sepuh dan berada dalam pengawasan Panji Gumilang.

Adah Jaelani adalah sisa mantan pejabat NII Kartosuwiryo yang diduga masih hidup. Selain Jaelani, pengikut Kartosuwiryo adalah Masduki, dan Abdul Fathah. Jaelani pernah diadili oleh pengadilan Jakarta karena kasus sebagai imam/ kepala negara islam NII tahun 1983.

Panji Gumilang menambahkan, Al Zaytun pun tidak berkait dengan gerakan NII. Al Zaytun sebagai lembaga pendidikan justru konsisten di dunia pendidikan sesuai dengan nilai-nilai dasar NKRI.

"Semua sudah berjalan di atas track. Kembali ke nilai-nilai dasar, dan Al Zaytun itu manifestasi untuk mewujudkan nilai-nilai dasar Indonesia," imbuhnya.

Penulis: M. Ismunadi  |  Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup