TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Biaya Proyek Gedung Baru DPR Direncanakan Turun
Tribunnews.com - Minggu, 8 Mei 2011 07:28 WIB

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua DPR RI, Marzuki Alie
Apapun menurut Kementerian PU, kita ikut saja, karena memang mereka sebagai penanggung jawab untuk bangunan negara
Marzuki Ali, Ketua DPR
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biaya proyek pembangunan gedung baru DPR dikabarkan akan turun. Rencananya harga akan dipatok dibawah Rp 1 trilliun.
"Apapun menurut Kementerian PU, kita ikut saja, karena memang mereka sebagai penanggung jawab untuk bangunan negara," ujar Ketua DPR, Marzuki Ali dalam pesan singkatnya, Sabtu(7/5/2011) malam.
Menurut Marzuki, dirinya berjanji akan mengikuti hasil kajian Kemen PU tersebut. Analisis dari Kemen PU tersebut, lanjut Marzuki juga tidak perlu dibahas kembali dalam rapat konsultasi. "Kita tinggal laksanakan saja," jelasnya.
Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono mengatakan penurunan biaya yang akan dilakukan meliputi berbagai hal. Pertama, soal ruangan anggota DPR, pada prinsipnya, menurut Budi mereka akan memanfaatkan ruangan yang lama. Luas bangunan direncanakan pula akan dikurangi.
"Memang efisiensi ruang biaya turun, prinsipnya kita ingin efisiensi ruang, memanfaatkan ruang yang lama. Apa itu disepakati akan kita bicarakan dulu secara signifikan. Luas bangunan juga dikurangi tapi untuk detail biar pak Menteri bicara setelah bertemu pak Ketua DPR," ucapnya.
Sebelumnya panitia proyek pembangunan gedung berlantai 36 tersebut menaksir biaya yang akan dikeluarkan Rp1,138 triliun. Gedung yang dibiayai APBN 2011-2013 ini akan dibangun di atas lahan seluas 156 ribu meter persegi. (*)
"Apapun menurut Kementerian PU, kita ikut saja, karena memang mereka sebagai penanggung jawab untuk bangunan negara," ujar Ketua DPR, Marzuki Ali dalam pesan singkatnya, Sabtu(7/5/2011) malam.
Menurut Marzuki, dirinya berjanji akan mengikuti hasil kajian Kemen PU tersebut. Analisis dari Kemen PU tersebut, lanjut Marzuki juga tidak perlu dibahas kembali dalam rapat konsultasi. "Kita tinggal laksanakan saja," jelasnya.
Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Budi Yuwono mengatakan penurunan biaya yang akan dilakukan meliputi berbagai hal. Pertama, soal ruangan anggota DPR, pada prinsipnya, menurut Budi mereka akan memanfaatkan ruangan yang lama. Luas bangunan direncanakan pula akan dikurangi.
"Memang efisiensi ruang biaya turun, prinsipnya kita ingin efisiensi ruang, memanfaatkan ruang yang lama. Apa itu disepakati akan kita bicarakan dulu secara signifikan. Luas bangunan juga dikurangi tapi untuk detail biar pak Menteri bicara setelah bertemu pak Ketua DPR," ucapnya.
Sebelumnya panitia proyek pembangunan gedung berlantai 36 tersebut menaksir biaya yang akan dikeluarkan Rp1,138 triliun. Gedung yang dibiayai APBN 2011-2013 ini akan dibangun di atas lahan seluas 156 ribu meter persegi. (*)
Penulis: Willy Widianto | Editor: Harismanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

