Jumat, 10 April 2026

Makanan Bikin Pesta Berantakan

Puluhan warga yang menghadiri upacara adat tiga bulanan bagi anak di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng terkena keracunan makanan

Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Puluhan warga yang menghadiri upacara adat tiga bulanan bagi anak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng terkena keracunan makanan termasuk Kabag Operasi Polres Buleleng Kompol Ida Bagus Wedanajati.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di Buleleng, Minggu (8/5/2011) menyebutkan, keracunanan makanan itu terjadi di rumah Ida Bagus Ngurah Adi Pardita, warga Banjar Dinas/Dusun Melanting, Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Minggu sekitar pukul 02.00 Wita.

Saat itu warga dan perwira Polres Gianyar tersebut mendatangi upacara adat tiga bulanan anak dari Ida Bagus Ngurah Adi Pardita, Sabtu (7/5). Puluhan warga, termasuk Kompol Ida Bagus Wedanajati yang juga paman Pardita membantu kegiatan adat itu.

Ida Komang Wirata, salah satu korban, saat dikonfirmasi di Puskesmas 1 Banjar menuturkan bahwa saat itu dirinya membantu acara di rumah Pardita kemudian usai menolong upacara itu korban pulang. Ternyata pada Minggu dinihari ia mulai merasakan sakit perut yang disertai demam, pusing dan diare.

"Saat itu saya merasakan perut mulas, diare dan mengalami demam tinggi. Kemudian sekitar pukul 08.00 wita karena tidak tahan, saya berobat ke Puskesmas Banjar 1," katanya.

Hal senada juga diungkapkan korban lainnya Ida Ayu Kade Santini dan Ida Bagus Komang Widnyana. Santini dan Widnyana kemudian berobat ke dr Agung yang praktek di sebelah timur Polsek Banjar.

Sementara data di Puskesmas Banjar 1 menyebutkan, hingga Minggu siang sebanyak delapan orang sempat menjalani pengobatan, sedangkan lima orang lainnya dirawat di RS Santhi Graha Seririt dan tiga orang dirawat di tempat praktek dr Agung.

Puluhan orang lainnya yang diduga mengalami keracunan ringan memilih berobat dengan obat tradisional, seperti jamu. Made Rojendra, perawat di Puksesmas Banjar 1 mengatakan, pihaknya telah memberikan perawatan dengan memberikan obat-obatan kepada para korban.

Pihaknya juga sudah mengambil sampel makanan di tempat upacara adat guna dilakukan penelitian penyebab keracunan warga, seperti sayur nangka dan makanan lainnya.

"Penelitian terhadap makanan itu kemungkinan dilakukan besok Senin (9/5/2011) karena sekarang hari libur laboratorium tutup," katanya seraya menegaskan bahwa penyebab pasti keracunan itu belum diketahui.

Kompol Ida Bagus Wedanajati yang menjadi korban keracunan itu belum bisa dikonfirmasi dan menurut sumber hanya menjalani rawat jalan.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved