TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Andrinof Chaniago: DPR Terlihatnya Saja Pintar
Tribunnews.com - Senin, 9 Mei 2011 16:42 WIB

net
Andrinof Chaniago, Pengamat dari Universitas Indonesia
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
Laporan Wartawan Tribunnews.com, IWan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai, dalih anggota DPR RI perihal pembangunan gedung baru DPR tidak masuk akal. Alasan gedung baru DPR tidak bisa ditunda lantaran telah dianggarkan dalam APBN adalah alasan yang tidak subtantif. Pasalnya, kewenangan merubah APBN justru berada di tangan DPR.
"Ini jangan dikaburkan dengan alasan seperti itu. Mereka yang punya kewenangan, mereka bisa membatalkan dan menolak usulan pemerintah, apalagi buat mereka sendiri," ucap Andrinof Chaniago usai acara diskusi bertajuk Bila DPR Kami Gagap Politik di Jalan Bumi Asri C-3 komplek Liga Mas Indah Perdatam Pancoran Jakarta Selatan, Senin (9/5/2011).
Menurutnya, tidak etis seorang pemimpin hidup eksklusif, sementara masih banyak warga di sekitarnya hidup dengan penghasilan menengah ke bawah.
"Anggota dewan kita ini mahir dalam ketrampilan berpolitik praktis, sehingga terlihat pintar, cerdas, jujur. Padahal kalau kita lihat kenyataannya ini kebohongan dan manipulasi. Cara berpikir, cara kerja dan etikanya tidak benar," tandasnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menilai, dalih anggota DPR RI perihal pembangunan gedung baru DPR tidak masuk akal. Alasan gedung baru DPR tidak bisa ditunda lantaran telah dianggarkan dalam APBN adalah alasan yang tidak subtantif. Pasalnya, kewenangan merubah APBN justru berada di tangan DPR.
"Ini jangan dikaburkan dengan alasan seperti itu. Mereka yang punya kewenangan, mereka bisa membatalkan dan menolak usulan pemerintah, apalagi buat mereka sendiri," ucap Andrinof Chaniago usai acara diskusi bertajuk Bila DPR Kami Gagap Politik di Jalan Bumi Asri C-3 komplek Liga Mas Indah Perdatam Pancoran Jakarta Selatan, Senin (9/5/2011).
Menurutnya, tidak etis seorang pemimpin hidup eksklusif, sementara masih banyak warga di sekitarnya hidup dengan penghasilan menengah ke bawah.
"Anggota dewan kita ini mahir dalam ketrampilan berpolitik praktis, sehingga terlihat pintar, cerdas, jujur. Padahal kalau kita lihat kenyataannya ini kebohongan dan manipulasi. Cara berpikir, cara kerja dan etikanya tidak benar," tandasnya.
Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Ade Mayasanto
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

