TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Anggaran Gedung Baru DPR Diturunkan
Tribunnews.com - Senin, 9 Mei 2011 14:21 WIB

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua DPR RI, Marzuki Alie
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengungkapkan terkait anggaran pembangunan
gedung baru DPR akan diturunkan dari budget Rp 1,13 triliun.
Hal ini didasari atas hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Marzuki menjelaskan, hingga kini DPR masih menunggu detail efisiensi
anggaran pembangunan gedung baru yang diusulkan Kementerian PU.
"Biaya diturunkan karena gedung diperkecil. Dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan gedung lama," kata Marzuki.
Meski mengakui ada penurunan anggaran, namun Marzuki belum berapa dana persisnya harga yang diturunkan terkait rencana pembangunan gedung DPR ini. Hal ini, baru akan diketahui setelah ada pemberitahuan secara tekhnis dari kementrian PU.
Sementara itu, saat sidang paripurna berlangsung, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mengungkapkan kekecewaannya terkait sikap pimpinan DPR yang tetap ngotot rencana pembangunan DPR berlanjut. Sikap penolakan PAN, atas rencana pembangunan ini, tandas Teguh, didasari atas aspirasi rakyat yang menyatakan penolakannya.
"Kita konsituen karena nyata-nyata rakyat menolak pembangunan DPR
Dan saya adalah yang ikut konsultasi, kita kebaratan, tapi tak ada ruang untuk menyatakan pendapat," tegas Teguh.
Sementara Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq juga meminta agar lebih baik, rencana pembangunan DPR ditunda. "Daripada ribut terus, lebih baik ditunda saja. Mau dibesarin mau dikecilin harganya, rakyat ya tetap saja menolak. Jadi, ditunda, atau lebih baik dibatalkan saja," tandas Mahfudz Siddiq.
"Biaya diturunkan karena gedung diperkecil. Dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan gedung lama," kata Marzuki.
Meski mengakui ada penurunan anggaran, namun Marzuki belum berapa dana persisnya harga yang diturunkan terkait rencana pembangunan gedung DPR ini. Hal ini, baru akan diketahui setelah ada pemberitahuan secara tekhnis dari kementrian PU.
Sementara itu, saat sidang paripurna berlangsung, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Teguh Juwarno mengungkapkan kekecewaannya terkait sikap pimpinan DPR yang tetap ngotot rencana pembangunan DPR berlanjut. Sikap penolakan PAN, atas rencana pembangunan ini, tandas Teguh, didasari atas aspirasi rakyat yang menyatakan penolakannya.
"Kita konsituen karena nyata-nyata rakyat menolak pembangunan DPR
Dan saya adalah yang ikut konsultasi, kita kebaratan, tapi tak ada ruang untuk menyatakan pendapat," tegas Teguh.
Sementara Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq juga meminta agar lebih baik, rencana pembangunan DPR ditunda. "Daripada ribut terus, lebih baik ditunda saja. Mau dibesarin mau dikecilin harganya, rakyat ya tetap saja menolak. Jadi, ditunda, atau lebih baik dibatalkan saja," tandas Mahfudz Siddiq.
Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

