Enam Domba Warga Ciharashas Mati Mendadak
Enam domba milik warga RT 02/03, Kampung Cininggul, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, mati mendadak
TRIBUNNEWS.COM, CIPEUNDEUY - Enam domba milik warga RT 02/03, Kampung Cininggul, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, mati mendadak sejak 29 April.
Domba itu diduga mati akibat terkena virus. Bahkan, satu ekor kerbau juga mati mendadak.
Kudis, peternak domba mengatakan, domba itu mati dengan mulut mengeluarkan darah. Empat di antara domba yang mati adalah miliknya, sedangkan sisanya milik Ozi dan Adi.
"Domba itu mati dengan sendirinya. Baru pertama kali ini terjadi domba-domba itu mati mendadak. Padahal sebelumnya, domba-domba itu tidak tampak terkena penyakit. Pagi harinya, domba itu mati dengan tubuh berdiri kaku," kata pria berusia 55 tahun ini saat ditemui di Cipeundeuy, Selasa (10/5/2011).
Dia menduga kalau tidak akibat virus, domba-domba itu terkena racun pestisida setelah makan rumput. Biasanya, domba-domba miliknya yang berusia sekitar satu tahun itu terkena penyakit batuk, pilek, dan cacingan.
Tapi tampak dari fisiknya dan sembuh dalam beberapa hari.
"Saya sudah melaporkan kematian domba-domba itu kepada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat. Tapi belum ada tindak lanjutnya. Domba itu harga satu ekornya sekitar Rp 900 ribu," ujarnya.
Camat Cipeundeuy, Hendra Trismayadi mengaku belum mendapatkan laporan dari warganya tentang domba dan kerbau yang mati mendadak. Namun, dia akan segera menindaklanjuti laporan tersebut, dengan meninjau tempat domba yang mati.
Kepala Disnakan Kabupaten Bandung Barat, Adiyoto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan tim yang terdiri dari dokter hewan dan petugas. Sampai saat ini belum ada laporan terkait mati mendadaknya domba dan kerbau tersebut.
"Kami belum mendapatkan laporan dari hasil pemeriksaan. Yang jelas saya sudah mengirimkan tim," ujarnya.