TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Ara: Saya Keliling Indonesia, Tak Ada yang Setuju Gedung Baru DPR
Tribunnews.com - Rabu, 11 Mei 2011 13:16 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Aktivis Indonesian Coruption Watch (ICW) berunjuk rasa di halaman Gedung DPR/MPR-RI, Kamis (7/4/2011), menolak pembangunan gedung baru DPR. Menurut ICW gedung baru senilai 1,2 triliun Rupiah tersebut hanya merupakan pemborosan, dan dana tersebut lebih baik digunakan bagi kepentingan rakyat.
Berita Terkait: Gedung Baru DPR
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan kembali menegaskan penolakannya terkait rencana pembangunan gedung baru DPR. Bahkan, PDI-P akan menindak secara tegas, siapapun yang memberikan dukungan terkait rencana ini.
"Kami sudah keliling ke seluruh Indonesia. Hasilnya, tak satupun rakyat yang mendukung rencana gedung DPR dibangun. Dan dalam hal ini, kami tidak abu-abu, sikap kami tegas menolak karena berkoalisi dengan rakyat yang tentunya menuarakan suara rakyat," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait di DPR, Rabu (11/05/2011).
"Saya tegaskan lagi, belum ada satup rakyat yang setuju. Kami merhormati kalau di DPR ada yang mendukung bangun gedung DPR dengan dalih untuk meningkatkan kinerja. Akan tetapi, tapi hargai juga aspirasi rakyat yang menolak. Dengan ditundanya pembangunan gedung DPR, maka rakyat makin percaya dengan lembaga DPR," kata politisi yang kerap disapa Ara ini menambahkan.
Ara menilai, menunda pembangunan gedung baru DPR, bisa dilakukan. Dulu, saat DPR punya program bagi-bagi lapotop, bisa digagalkan karena tuntutan rakyat.
"Kami tak kompromi pembangunan gedung DPR sudah turun atau tidak. Yang jelas, rakyat menolak, jadi aspirasi rakyat harus diikuti, bukan malah menentangnya," Ara menandaskan. (tribunnews/yat)
Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Gusti Sawabi
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Nasional Terbaru
TRIBUNnews.com Network
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan

