Selasa, 22 Mei 2012
Tribunnews.com

Nilai Alif Tertinggi di SDN Gadel 2

Tribunnews.com - Sabtu, 18 Juni 2011 11:12 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Nilai Alif Tertinggi di SDN Gadel 2
surya/faiq nuraini
TERHARU - Ny Siami dan Fatkhur Rohman, wali kelas Al, teharu saat saling minta maaf dalam mediasi di balai RW, Kamis (9/6).

Laporan Wartawan Surya Fai

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -  Alifa Achmad Maulana membuktikan diri sebagai bintang kelas di sekolah. Anak pertama dari pasangan Widodo (40) dan Siami (38), warga Jl Gadel Sari Barat ini dinyatakan lulus dan berhasil meraih nilai akhir tertinggi. Dari 60 murid di sekolah itu, Alif mengantongi nilai akhir sebesar 27,3 di SDN Gadel 2, Tandes, Surabaya.

Perinciannya, untuk pelajaran Bahasa Indonesia, nilai Ujian Nasional (Unas) mendapat 9,6 sedangkan nilai Ujian Sekolah mendapat 9,75 sehingga nilai akhirnya 9,3. Untuk mata pelajaran Matematika, nilai Unas mendapat 8,50 dan nilai Ujian Sekolah mendapat 8,83 sehingga nilai akhirnya 8,6. Pada pelajaran IPA, nilai Unas 9,75 dan nilai Ujian Sekolah 8,88 sehingga nilai akhirnya 9,4.

Total nilai Unas Alif 27,85 dan Ujian Sekolah 26,46. Sehingga nilai akhir Alif untuk semua mata pelajaran yang diujikan dalam Unas dan Ujian Sekolah adalah 27,3.

Selain Alif, seluruh murid SDN Gadel 2 juga dinyatakan lulus. Sekolah yang sempat dilaporkan melakukan contek massal ini seluruh siswanya lulus dengan nilai rata-rata 23,45 dari skala nilai tertinggi 30.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Harun, dalam konferensi pers, Jumat (17/6/2011), memastikan berdasarkan hasil ini, semua murid SDN Gadel 2 dinyatakan lulus. “Lulus semua anak-anak SDN Gadel 2. Yang paling rendah rata-ratanya 6,4 dan paling tinggi 9,1, ya si Alif itu yang dapat nilai tertinggi,” kata Harun.

Dalam kesempatan itu, Harun tetap berpendapat, tidak ada menyontek massal dalam Unas di SDN Gadel 2. Harun mengatakan, kesimpulan ini berdasarkan analisis terhadap lembar jawaban siswa dan nilai yang mereka hasilkan. “Kalau ada contek massal, ada nilai yang sama. Ini antar siswa tidak ada nilai yang sama. Seluruh siswa lulus,” kata Harun.

Bagaimana dengan kesaksian lima siswa termasuk Alif yang diperiksa oleh tim dari Inspektorat Pemkot Surabaya dan barang bukti berupa kertas buram bertuliskan contekan yang didapatkan oleh Tim Inspektorat? Harun mengatakan, kesimpulan ini hanya berdasarkan analisis pada hasil ujiannya.

Apakah kemudian artinya Siami, ibu Alif yang melaporkan kasus contekan massal, telah berbohong, Harun tidak sependapat. “Bukan begitu artinya. Yang kita analisis kan hanya dari hasil ujian. Dari nilai ujiannya, tidak menunjukkan pola contek massal,” tegasnya.

Terkait kesimpulan Kementerian Pendidikan Nasional yang diperkuat Dinas Pendidikan Jatim dan Surabaya itu, Siami dan Alifa Achmad Maulana tetap bersikukuh ada contek massal. Seperti yang pernah disampaikan sebelumnya, contek massal itu diawali dengan simulasi dan diedarkan di kelas Alif dan diduga juga ke kelas lainnya.

Tentang kesimpulan otoritas pendidikan ini, Siami memakluminya karena memang anaknya memberi contekan yang separuhnya salah karena tidak rela menjadi sumber contekan. “Wajar saja, nilainya tidak sama karena anak saya kasih jawabannya separuh disalah-salahkan. Mungkin anak yang dapat contekan melihat jawabannya yang ngawur ini juga tidak percaya sehingga tidak dipakai,” kata Siami dilansir suara surabaya.

Namun ditegaskan Siami, dirinya tidak mempermasalahkan hal itu. Yang penting bagi dia, kejujuran buat anaknya sudah diluruskan dan yang lebih penting lagi, tidak ada ujian ulang serta seluruh kawan Alif lulus. “Saya bersyukur semua murid SDN Gadel 2 lulus,” kata dia.

Sementara itu, karena prioritas mengumumkan nilai SDN Gadel 2, hasil Unas SD seluruh Jatim batal disampaikan Jumat kemarin. Hasil secara keseluruhan termasuk siswa dan sekolah peraih nilai tertinggi akan disampaikan kepada media, Sabtu (18/6) pagi ini.


Editor: Ade Mayasanto  |  Sumber: Surya
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup