Kamis, 23 Februari 2012
Tribunnews.com

Istri dan Anak Ruhut Sitompul Mengadu ke BK DPR

Tribunnews.com - Jumat, 22 Juli 2011 14:59 WIB
Share
Email
Print
  + Text 
Istri dan Anak Ruhut Sitompul Mengadu ke BK DPR
Tribunnews.com/Willy Widianto
Anna Rudhiantiana Legawati, istri pertama politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengadu ke Badan Kehormatan DPR, Jumat (22/7/2011) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anna Rudhiantiana Legawati, istri pertama politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengadu ke Badan Kehormatan DPR. Bersama pengacaranya Hotman Paris Hutapea dan anaknya Christian, Anna mengadukan suaminya terkait pemalsuan dokumen nikah.

"Bahwa pengadu dalam hal ini Anna mengadukan teradu Ruhut Sitompul ke Badan Kehormatan DPR karena Ruhut telah melakukan pelanggaran kode etik DPR, sumpah jabatan dan azas kepatutan," ujar Kuasa Hukum Anna, Hotman Paris Hutapea saat jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Jumat(22/7/2011).

Menurut Hotman, dengan sikapnya yang memilih menikah lagi, sementara istri pertamanya masih berstatus hukum resmi, serta memalsukan dokumen surat nikah maka Ruhut dianggap melanggar sumpah janji anggota DPR juga bertentangan dengan azas moral dan etika.

"Ruhut mengaku hanya bilang kumpul kebo dengan Anna, sementara anaknya kan punya hubungan hukum dengan ibu. Nama anaknya juga tidak dicantumkan di Kartu Keluarga saat menikah lagi dengan Diana Leovita," jelas Hotman.

Sementara itu Anna meminta Badan Kehormatan DPR memberhentikan Ruhut sebagai anggota DPR dan anggota Komisi Hukum. Serta, melarang Ruhut bergabung dengan organisasi-organisasi lainnya. "Pemberhentian sebagai anggota DPR dan anggota Komisi III DPR melarang Ruhut apapun dalam organisasi," jelasnya.

Lebih jauh Anna menceritakan, pernikahan kedua Ruhut terjadi di Manado pada tahun 2008 dengan identitas yang dipalsukan dan ditulis di biodata. Di sana disampaikan nama istri adalah Diana Leovita, sementara anaknya bernama Christian tidak diakui, dan tidak masuk ke biodatanya.

"Ini sangat menyakitkan, 3,5 tahun tak pernah kembali. Padahal rumah berdekatan, semacet-macetnya hanya 10 menit. Terakhir yang sungguh menyakitkan di tabloid saya dengan dia dikatakan hanya kumpul kebo," pungkasnya.


Penulis: Willy Widianto  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
BERITA TERKINI
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup