Minggu, 10 Mei 2026

Sri Mulyani Bidik 2014

Repdem: Sri Mulyani Bukan Tokoh Pro Rakyat

Dalam situs webstie Bank Dunia, Ketua DPN Repdem Masinton Pasaribu mengungkap, dari tahun 2004 hingga 2009 Bank Dunia

Tayang:
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam situs webstie Bank Dunia, Ketua DPN Repdem Masinton Pasaribu mengungkap, dari tahun 2004 hingga 2009 Bank Dunia membiayai sedikitnya 82 proyek utang senilai kira-kira 8,5 miliar USD untuk membiayai berbagai proyek termasuk BLT, PNPM Mandiri, raskin, juga membiayai pembuatan perundang-undangan dan infrastruktur investasi luar negeri.

Umumnya, program bantuan luar negeri untuk jarring pengaman sosial semacam itu adalah hutang dengan bunga tinggi. Jasa besar Sri Mulyani dalam mengkontribusikan uang besar bagi pemenangan SBY tidak hanya terkait kepiawaiannya dalam menggunakan
bantuan Bank Dunia dalam meningkatkan popularitas SBY, tetapi juga berhasil mengola kebijakan bailout Century yang juga diduga digunakan sebagai sumber keuangan oleh SBY dalam rangka membiayai pemenangan pemilu 2009.

"Bila melihat pencalonan Sri Mulyani sebagai capres 2014 didukung oleh kekuatan kapitalisme internasional bukanlah hal aneh. Karena Sri Mulyani telah berjasa besar dalam menjalankan misi Bank Dunia dan beroperasinya kepentingan asing menjajah Indonesia," ujarnya kepada tribun, Kamis (04/08/2011).

Pencabutan subsidi untuk rakyat kecil, imbuhnya lagi, tergusurnya pasar tradisional oleh pasar modern milik pemodal besar bahkan asing, lahan dan produksi petani yang terus merosot adalah karya kebijakan neoliberalisme atau pro pemodal asing.

"Sri Mulyani adalah salah satu ekonom dan tokoh yang mendesain lahirnya kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil maupun kepentingan ekonomi nasional Indonesia," Masinton menegaskan.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved