Selasa, 22 Mei 2012
Tribunnews.com

Burung Langka Tempati Rumah Baru di Teluk Jakarta

Tribunnews.com - Kamis, 11 Agustus 2011 16:06 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Burung Langka Tempati Rumah Baru di Teluk Jakarta
net
Burung Cikalang Christmas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Burung laut paling langka di dunia Cikalang Christmas telah menemukan ‘tempat tinggal’ kedua di Teluk Jakarta. Mereka hidup di antara perangkap ikan dan sampah yang mengambang di salah satu perairan tersibuk di Indonesia

Mungkin tempat itu bukan rumah yang ideal untuk setiap burung, tetapi Cikalang Christmas tampaknya menyukai keadaan tersebut. Ratusan burung jenis ini sering berkumpul di sekitar Pulau Rambut, kurang lebih 4 km lepas pantai dari Jakarta.

Cikalang Christmas termasuk burung laut dengan warna bulu hitam, bentuk besar, dan ekor bercabang panjang, dan kini berada dalam bahaya kepunahan. Hanya sekitar 3.000-4.000 individu burung yang masih hidup di dunia.

Burung yang dikenal sebagai Cikalang di Indonesia ini berkembang biak di Pulau Christmas (Australia), sekitar 300 km selatan bagian Jawa Barat. Burung yang berkembang biak di Pulau Christmas ini tampaknya lebih suka mencari makanan di perairan Indonesia, khususnya Selat Sunda dan Teluk Jakarta.

Teluk Jakarta dan Sunda Selat merupakan habitat penting untuk Burung Cikalang Christmas. Namun, hampir tidak ada yang mengetahui tentang risiko hidup di situ. Yaitu bahwa daerah yang mereka sukai itu tidak memiliki perlindungan hukum setara dengan cagar alam. Ini dapat menyebabkan terjadinya perburuan, polusi, dan kemungkinan terjebak dalam perangkap ikan yang tersebar di beberapa bagian dari Teluk Jakarta.

Adanya kemungkinan risiko-risiko tersebut selanjutnya akan dicari dan dinilai dalam sebuah kegiatan baru yang dipimpin oleh LSM lokal 'Burung laut Indonesia' (Seabirds Indonesia), sebagai bagian dari 'Survey Burung Laut Indonesia’ (Indonesia Seabirds Survey -ISSUE). Mulai Juli 2011 hingga Juli 2012, tim akan memantau kehadiran Burung Cikalang Christmas, menilai ancaman terhadap burung-burung, dan memasukkan langkah-langkah untuk melindungi mereka.

"Antara 10-20% dari populasi Burung Cikalang Christmas di dunia secara teratur hadir di Teluk Jakarta. Sebelumnya hampir tidak ada yang  mengetahui tentang burung ini serta risiko yang tengah mereka hadapi. Kegiatan ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai ancaman mereka dan mencoba bekerja untuk meningkatkan perlindungan untuk burung-burung ini," ujar pemimpin kegiatan, Iwan Febrianto dalam rilis yang diterima Tribunnews, Kamis (11/8/2011).

Fransisca Noni, salah satu anggota tim, menyatakan perlunya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hidup Cikalang. "Seharusnya kita menyadari bahwa salah satu burung laut terlangka di dunia hidup di Jakarta. Dan sepatutnya kita bangga akan hal ini. Sayangnya sampai sekarang kita belum melakukan apa-apa untuk melindungi burung ini," imbuhnya

Tim akan bekerjasama dengan warga lokal, termasuk nelayan, pemilik perangkap ikan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, manajemen pelabuhan, dan operator kapal untuk menggambarkan rincian ancaman terhadap burung-burung di Teluk Jakarta. Tim juga akan berkolaborasi dengan kelompok-kelompok yang juga memiliki misi untuk meningkatkan konservasi Burung Cikalang Christmas  di Teluk Jakarta, relawan dari Organisasi Non Pemerintah lokal (LSM), serta klub pengamat burung kampus untuk membantu dan belajar tentang konservasi burung laut.


Penulis: Ferdinand Waskita  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup