Selasa, 22 Mei 2012
Tribunnews.com

Kawasan Tambang Masih Zona Bahaya Lokon

Tribunnews.com - Kamis, 11 Agustus 2011 03:41 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Kawasan Tambang Masih Zona Bahaya Lokon
Tribun Manado/Rizky Adriansyah
Manager PT Bangun Wenang Beverages (Cocacola), Hendrik Thenoch (kanan) didampingi Pemimpin Perusahaan Tribun Manado, Fahmi Setiadi (kedua kanan) dan Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Richard Nainggolan (tengah) memberikan bingkisan minuman fresh tea kepada para pengungsi letusan Gunung Lokon di Taman Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Rabu (3/8/2011). (Tribun Manado/Rizky Adriansyah) 

Karangetang Siaga

Terpisah, berdasarkan hasil analisis visual dan kegempaan, PVMBG menaikkan status Gunung Karengetang di Pulau Sitaro menjadi siaga dari level waspada. Seperti dirilis situs resmi PVMBG di www.pvmbg.bgl.esdm.go.id, gunung berapi itu menunjukan peningkatan aktivitas secara signifikan, terutama aktivitas gempa dan gempa guguran.

Penaikan status terhitung per tanggal 8 Agustus, pukul 17.00 Wita. Sebelumnya, 1 Agutus pukul 17.54 Wita, terjadi guguran lava pijar ke Kali Batang dan Kali Beha Barat, dengan jarak luncur 1.500 meter dari kawah utama. Lalu tanggal 7 Agustus pukul 22.30 Wita, terdengar suara letusan dari kawah utama, namun visual letusan terhalang kabut.

Sedangkan aktivitas seismik, terekam selama periode 31 Juli-7 Agustus 2011, tercatat sekali gempa letusan, 61 kali gempa guguran, 7 kali gempa embusan, 96 kali gempa fase banyak, dan 31 kali gempa vulkanik dangkal. Lalu 7 kali gempa vulkani dalam, dan sekali gempa tektonik lokal, 29 gempa tektonik jauh, dan getaran tremor terekam dengan amplitudo 0,25-1 mm.

Laporan Wartawan Tribun Manado, Warstef Abisada

TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON - Menyusul berkurangnya radius zona bahaya menjadi 2,5 kilometer, Pemko Tomohon bersiap memulangkan pengungsi letusan Gunung Lokon ke rumah masing- masing. Pemulangan pengungsi sebanyak 273 jiwa rencananya mulai hari ini. Namun kemungkinan warga belum bisa beraktivitas di pertambangan.

Pasalnya, kawasan itu masih masuk zona bahaya. "Mulai besok (hari ini, red) akan kami pulangkan," tegas Poli, Rabu (10/8), merujuk warga yang mengungsi di Taman Kota. Kemarin, Pemko menuntaskan pengukuran zona bahaya sejauh 2,5 kilometer. Pengukuran sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Poli mengungkapkan, pemulangan seusai makan siang menumpang kendaraan TNI-Polri. Kendati demikian, pihaknya tetap meminta warga waspada. "Meski sudah tak masuk zona bahaya, tapi kami mengimbau masyarakat tetap waspada," pesan Poli seraya mengingatkan mereka agar tidak terpancing isu tak jelas.

Ferdinand Turang, anggota Komisi III DPRD Tomohon, berharap Pemko konsisten melaksanakan rekomendasi PVMBG. "Soal pengungsi harus diperhatikan, bantuan kepada mereka harus diberikan. Jangan hanya dipulangkan dan dibiarkan begitu saja," sebutnya.

Kemarin, Jimmy Eman, Plt Wali Kota Tomohon menancapkan secara simbolis bendera merah sebagai penanda kawasan zona bahaya di wilayah Kelurahaan Kakaskasen I, Kecamatan Tomohon Utara, pukul 16.00 Wita. Menyaksikan penancapan, Kepala Pos Pemantau Lokon, Farid Bina, Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas dan sejumlah pejabat Muspida Tomohon lainnya.

Sebelum penancapan, tim melakukan mengukuran menggunakan peta topografi dan GPS. Berdasarkan pengukuran batas radius bahaya 2,5 kilometer berada di perkebunan Wuwunongan, khusus areal antara Kinilow dan Kinilow I. Di Kakaskasen I, PT Dinasti masuk zona aman karena berada di luar radius bahaya.

Namun areal tambang PT Marga Dwitaguna dan pertambangan rakyat masih berstatus bahaya.
Karena masuk radius 2 kilometer dari Kawah Tampaluan. Poli meminta warga mematahui zona bahaya demi keselamatan diri. "Patuhi semua rekomendasi pemerintah demi keselamatan," pinta Eman di lokasi. Pemko kata Poli, tak mengizinkan warga beraktivitas di zona bahaya. "Kami tidak mau ambil risiko," sebutnya.

Dia menambahkan, itu artinya warga tetap dilarang beraktivitas di areal tambang. Namun seruan Poli seperti menabrak dinding. Pasalnya, berdasarkan pantauan, kendati masuk zona bahaya di areal pertambangan sudah terlihat aktivitas penambangan. Bahkan, truk pengangkut baeang galian keluar masuk.

Dikonfirmasi temuan itu, Poli berjanji akan mendirikan pos pengamanan menekan ancaman bahaya letusan Gunung Lokon. "Kami terus lakukan kajian, jika sudah ada hasil terbaru secepatnya diberitahukan," tegas mantan Asisten I Pemprov Sulut. Terpisah, Josis Ngantung, Ketua Format Tomohon mmeinta para pemangku kepentingan memperhatikan seruan pemerintah.


Editor: Hasiolan Eko P Gultom  |  Sumber: Tribun Manado
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup