Selasa, 9 Juni 2026

Rencana Pembunuhan Chandra dan Ade

Alpang Juga Pernah Ancam Penggal Kepala Kamaruddin (3)

Rencana jahat yang dilakukan Albert Panggabean alias Alpang bukan saja dilakukan terhadap dua pimpinan

Tayang:
Penulis: Y Gustaman
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana jahat yang dilakukan Albert
Panggabean alias Alpang bukan saja dilakukan terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Bidang Penindakan Chandra Marta Hamzah dan Deputi Penindakan Ade Rahardja, yang saat itu menangani kasus suap wisma atlet yang melibatkan M Nazaruddin.

Albert juga kerap mengeluarkan rencana jahat terhadap patner kerja Nazaruddin dalam penanganan proyek. Salah satunya ditujukan kepada keluarga Daniel Sinambela, mitra kerja Nazaruddin dalam pengadaan suplai batubara untuk PLTU Labuan, Pandeglang.

Cerita ancaman itu diakui penasihat hukum Daniel Sinambela, Kamaruddin. Kepada Tribunnews.com, ancaman itu bukan sekali dua kali. Ancaman cukup serius diketahuinya dari adik Daniel Sinambela, Paulus Sinambela, bahwa Albert akan menghabisi Kamaruddin.

"Ancaman kepada saya mereka akan memenggal kepala saya. Itu bakal dilakukan kalau saya sampai tidak mau berhenti atau diam mengungkapkan korupsi yang dilakukan Nazaruddin," ujar Kamaruddin kepada Tribunnews.com, Selasa (16/8/2011).

Ancaman seperti itu tak sekali dua kali dirasakannya. Ancaman yang sama juga pernah dialaminya ketika menjadi penasihat hukum Mindo Rosalina Manulang. Namun belakangan, karena sikap kritisnya menyebut keterlibatan Nazaruddin, Kamaruddin diganti sebagai penasihat hukum Rosa.

Kamaruddin mengaku sudah mendengar ancaman terhadap Chandra dan Ade. Menurut kabar yang didengarnya, ancaman itu sudah dilakukan pihak Albert melalui pesan singkat. "Baru kemudian ada taping atau penyadapan," imbuhnya.

Teror juga ia sempat alami ketika dalam satu perjalanan, mobil yang ditumpangi Kamaruddin ditabrak orang tak dikenal. Saking parahnya, Kamaruddin harus mengeluarkan kocek Rp 12 juta untuk reparasi mobilnya. Sementara orang yang menabrak ia laporkan ke kepolisian.

Dari pemeriksaan terhadap pengemudi, ternyata tidak memiliki KTP, SIM dan surat-surat kendaraan lainnya. "Tapi pihak Polda Metro Jaya melepaskannya. Saya enggak tahu apa mungkin mereka banyak kenal polisinya," imbuh Kamaruddin.

Saking banyaknya menerima ancaman itu, Kamaruddin pun melayangkan pelaporan ke Polda Metro Jaya. Namun sampai saat ini, Kamaruddin mengaku pihak kepolisian belum memberikan progres pemeriksaan. Buat dia yang penting melaporkan dulu kendati belum tentu ditindaklanjuti.

Tribunnews.com berkali-kali menghubungi Albert Panggabean untuk meminta konfirmasi. Ponselnya aktif tapi tak diangkat, SMS pun tak dibalas. Tribunnews.com juga mendatangi rumah Alpang. Namun, Alpang tak bisa ditemui.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved