- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Hatta Radjasa Disebut Berperan dalam Korupsi KRL Bekas

- Garda Muda Nasional Mesin Politik Baru Hatta Rajasa
- Hatta Minta ICW Laporkan Dugaan Mark Up Subsidi BBM
- Hatta Sosialisasi Kenaikan BBM Kepada Para Istri Menteri
- Pemerintah Serius Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
- Hatta: Jangan Korbankan Petani Kentang
- Hatta Yakin Pembahasan APBN 2012 Selesai Sesuai Waktu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama calon besan Presiden SBY, Hatta Radjasa disebut dalam sidang kasus korupsi biaya angkut kereta api listrik (KRL) hibah dari Jepang dengan terdakwa Soemino Eko Saputro. Hatta disebut memerintahkan Soemino untuk mencari KRL bekas.
"Hatta Radjasa memerintahkan terdakwa untuk mencari KRL bekas," ujar Jaksa Agus Salim saat membacakan surat dakwaan untuk Soemino di Pengadilan Tipikor, Senin (22/8/2011).
Sebelum memerintahkan pencarian KRL bekas itu, Soemino, Hatta, Asril Saleh dan Jon Erizal dari PT Powertel, kata Jaksa Penuntut Umum, terlibat dalam pertemuan di ruang kerja mantan Menteri Perhubungan itu membahas keperluan pengadaan KRL.
Sebelumnya, Soemino melalui eks penasihat hukumnya Tumpal Hutabarat mengaku hanya menjalankan perintah Hatta dalam kasus ini. "Pengadaan KRL ini sebenarnya pak Sumino ini menjalankan perintah menteri perhubungan pada saat itu, Hatta Radjasa," ujarnya.
Dikisahkan Tumpal, kejadian ini bermula kala, pada kurun waktu 2006-2007 Indonesia membutuhkan pengadaan KRL. Saat itu, lanjutnya, Hatta lalu meminta Soemino agar melakukan survei ke Jepang.
Disebutkan Tumpal, seluruh hasil survei serta berapa rupiah pengeluaran yang harus ditanggung negara, dilaporkan semua ke Hatta Radjasa.
"Hasil survei dilaporkan ke menteri, menteri setuju untuk mengadakan itu. Dari laporan tertulis ada disposisi. kemudian harga KRL satu unitnya kan Rp 720 juta, itu dilaporkan kepada menteri dan menteri
setuju," jelasnya.
Tumpal juga sempat mengungkap adanya pertemuan antara Jon Erizal, Hatta dan Soemino di ruangan kerja Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).
"Ada apa saat mereka di ruangan Menteri, mereka berempat itu ada. Disitu pak Soemino diperintahkan berangkat ke Jepang dan empat orang ini ikut. Kalian tafsirkan sendiri, dia di ruangan Menteri (Hatta) kok," ungkapnya.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

