- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Dishub Bekasi Umumkan 13 Titik Rawan Macet
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Saat puncak arus mudik seperti saat ini, jalan-jalan di Bekasi sudah banyak dilalui kendaraan terutama sepeda motor. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan parah, Dishub kota Bekasi mengumumkan 13 titik yang dianggap rawan kemacetan.
Kadishub kota Bekasi, Sopandi Budiman, menuturkan 13 titik kemacetan tersebut tersebar di beberapa tempat mulai dari perbatasan dengan Jakarta menuju Bekasi kota. "Titik kemacetan seperti di simpang Harapan Indah, simpang Pondok Ungu, simpang Alexindo, depan Stasiun Kranji, simpang Bulan-bulan, depan Pasar Baru Bekasi, simpang SMPN2, simpang Bulak Kapal, simpang Sumber Artha, simpang Metropolitan Mall, simpang Tol Bekasi Timur, simpang Galaxy, dan simpang Ahmad Yani-Pemkot Bekasi," ujar Sopandi, Minggu (28/8/2011).
Menurutnya titik-titik kemacetan tersebut merupakan titik kemacetan yang kerap terjadi dan kemacetan tersebut bisa saja bertambah parah saat arus mudik seperti saat ini. Dikatakannya, pengendara sepeda motor kemungkinan besar akan terjebak macet bila melewati 13 titik tersebut.
"Faktor penyebab kemacetan seperti sempitnya lebar jalan, volume kendaraan yang tinggi, dan banyaknya angkot yang ngetem dipingir jalan. Lebar jalan yang ada pada umumnya padahal hanya mempunyai tujuh meter yang digunakan untuk dua lajur. Untuk itu, kami pun telah mensiagakan 170 personil untuk mengantisipasi kemacetan parah," ucapnya.
Sopandi menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu portable yang bekerjasama dengan petugas Polantas Polrestro Bekasi untuk mengurai kemacetan. "Kondisi jalan yang ada saat ini tidak seimbang dengan volume kendaraan yang melintas sebanyak 2.300 kendaraan/jam," imbuhnya.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

