- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Jumlah Kecelakaan H-7 Hingga H-3 2011 Naik Tajam
Laporan wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah kecelakaan arus mudik yang terjadi tahun ini sejak H-7 hingga H-3, meningkat tajam bila dibandingkan pada Lebaran tahun 2010.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Korlantas Mabes Polri, Posko Angkutan Lebaran Terpadu, Kementerian Perhubungan, Minggu (28/8/2011), siang, pukul 14.00 WIB, jumlah kecelakaan yang terjadi dalam arus mudik 2011 sejak H-7 hingga H-3 kemarin, mencapai 1505 kasus.
Sementara jumlah kecelakaan yang terjadi dalam arus mudik 2010, sejak H-7 hingga H-3, mencapai 643 kasus.
Menurut informasi Korlantas Mabes Polri, Posko Angkutan Lebran Terpadu, Kementerian Perhubungan, kecelakaan yang terjadi sejak H-7 hingga H-3 Lebaran 2011, Dari 348 kejadian kecelakaan tersebut, telah mengakibatkan 59 orang meninggal dunia, 88 orang menderita luka berat, dan 264 luka ringan.
Adapun kecelakaan tersebut, terjadi pada sepeda motor, 318 unit, mobil penumpang, 65 unit, mobil bus, 16 unit, mobil barang, 50 unit, kendaraan khusus, 3 unit, dan kendaran tidak bermotor, empat unit.
Sementara lokasi kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di jalur utama, 164 perkara, dengan rincian, jalur utara 46 perkara, jalur tengah 32 perkara, jalur selatan 34 perkara, jalur lintas timur 22 perkara, jalur lintas barat 18 perkara, jalur lintas tengah 10 perkara, jalur alternatif 64 perkara, dan jalur lain 120 perkara.
Yang menjadi faktor penyebab kecelakaan tersebut adalah, faktor kelalaian manusia, ngantuk 134 perkara, kecapaian berlebih 31 perkara, mabuk 4 perkara.
Menurut pihak penanggung jawab Korlantas Mabes Polri Posko Angkutan Lebran Terpadu, Kementerian Perhubungan, AKP Mardini, angka tersebut masih akan terus berkembang. "Angka tersebut masih akan terus berkembang," ucapnya.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel

