Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Aklhak Dibentuk dari Kebiasaan

Tribunnews.com - Rabu, 31 Agustus 2011 08:57 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  
Aklhak Dibentuk dari Kebiasaan
TRIBUNNEW.COM/NICOLAS TIMOTHY
Suasana halaman Masjid Istiqlal yang dipenuhi jamaah untuk mengikuti salat Ied, Rabu (31/8/2011). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat yang melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal , Rabu (31/8/2011) berangsung-angsur mulai meninggalkan masjid. Bahkan, pantauan Tribunnews, sebagian jemaah sudah mulai meninggalkan masjid saat khatib Prof Dr Quraish Shihab masih berkotbah.

Dalam kotbahnya Quraish Sihab lebih banyak berbicara mengenai masalah akhlak, moral dan kemanusiaan. "Memang akhlak dibentuk kebiasaan, hasil nilai agama. Ketakwaan yang mendalam itu bagian dari akhlak,"  ungkapnya.

Perbaikan ekomomi maupun politik juga berkaitan dengan akhlak. Akhlak menjadi salah satu  modal sosial ekonomi. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat tidak mampu menciptakan sikap akhlak yang baik.

Sementara itu, jika dalam berbagai aktivitas, sikap moral diabaikan maka yang timbul ego masing-masing kelompok atau pribadi. Di bagian lain, Quraish menyatakan mengedepankan rasa  kemanusiaan yang menumbuhkan sikap kerakyaatan.

Untuk itu ia mengajak seluruh umat muslim memberikan zakat fitrah agar bisa  memberi hidup bagi orang lain.

Berbagai kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan kekayaan negara juga tidak luput dari kotbahnya. "Setiap jengkal  tanah, tetes hujan harus  disyukuri dan dimanfaatkan dinikmati yang harus dipertanggungjawabkan," tegasnya.


Penulis: Eko Sutriyanto  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup