- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel
Impor Kentang Diputuskan Tanpa Menteri Pertanian

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada kejanggalan dalam pengambilan keputusan impor kentang. Kebijakan impor kentang ternyata hanya diambil secara sepihak tanpa melibatkan Kementerian Pertanian.
Hal ini terungkap dari pengakuan Menteri Pertanian, Suswono, kepada awak media saat ditanya mengenai permasalahan impor kentang yang mulai membuat petani kentang sengsara, saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/10/2011).
“Kebijakan izin impor kan dari Menteri Perdagangan. Memang yang kita sayangkan tidak Kementerian Pertanian diajak bicara. Saya kira idealnya kita itu diajak bicara sehingga nanti berapa kebutuhan impor kentang itu tahu,” demikian pengakuan Mentan.
Lebih lanjut, saat ditanya mengenai alasan impor yang selama ini disebutkan karena tidak cukupnya produksi dalam negeri, menurutnya itu yang mengetahui adalah Kementerian Pertanian. Namun, sejauh ini pihaknya tidak diajak bicara baik untuk mengetahui berapa volume produksi petani di dalam negeri, dan berapa kekurangannya.
“Ya, justru yang tahu kecukupan, berapa produksi ini kan ada di Kementerian Pertanian. Sejauh ini hampir tidak pernah diajak bicara untuk berapa volume produksi, sehingga bisa diketahui berapa kekurangannya,” sesalnya.
Apalagi sekarang, menurutnya, faktanya banyak petani-petani kentang yang terpukul karena harga kentang yang anjlok lagi murah. Karena dengan adanya kentang impor, harga menjadi merosot.
“Sehingga tidak membangkitkan semangat dia (petani-red) menanam kentang. Ini yang harus dihindari,” tegas Suswono mengkritik kebijakan impor kentang yang sepihak diambil kementerian perdagangan.
“Oleh karena itu, hanya untuk menutup kekurangan, atau paling tidak impor benih, benih sebetulnya sudah cukup,” demikian menurutnya.
Jadi belum pernah diajak bicara? “Yang jelas kami tidak pernah diajak (bicara-red). Saya sudah cek Dirjen Holtikutura dan ternyata memang tidak pernah,” tegasnya.
Sementara itu, terkait tuntutan Petani kentang dari dataran tinggi Dieng yang turun berdemo di Kantor Kemendag, hari ini, mengungkapkan harga kentang lokal dari Dataran Tinggi Dieng merosot tajam dalam beberapa bulan terakhir akibat banyaknya kentang impor yang masuk di sejumlah pasar besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu mengenai hal itu. “Kita akan pelajari itu. Nanti kita akan berkordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melihat apa yang bisa kita lakukan,” ungkap Mari Elka, di sela acara peluncuran album 100 Persen Cinta Indonesia yang dilaksanakan Senin (10/10/2011), di Alun-Alun Grand Indonesia, Jakarta.
Untuk diketahui, berdasarkan pengakuan petani kentang Dieng, sebelum kentang impor membanjiri pasaran harga kentang lokal mencapai Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, namun saat ini harga kentang lokal berkisar Rp 4.000-Rp 4.500 per kilogram.
- Serambi Indonesia
- Sriwijaya Post
- Surya
- Banjarmasin Post
- Bangka Pos
- Pos Kupang
- Tribun Batam
- Tribun Jabar
- Tribun Jambi
- Tribun Jogja
- Tribun Kaltim
- Tribun Lampung
- Tribun Manado
- Tribun Medan
- Tribun Pontianak
- Tribun Pekanbaru
- Tribun Timur
- Tribun Jakarta
- Tribun Jateng
- Tribun Kalteng
- Tribun Jatim
- Tribun Gorontalo
- Tribun Sumsel


