36 Negara ASEM Bahas Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Strategi nasional penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pokok bahasan utama dalam workshop negara-negara anggota
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Strategi nasional penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pokok bahasan utama dalam workshop negara-negara anggota Asia-Europe Meeting (ASEM) yang diselenggarakan di Yogyakarta, Rabu (12/10/2011).
Forum yang membahas K3 kali ini diselenggarakan secara bersama-sama antara Kementerian Tenaga Kerja Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura.
"Workshop ini merupakan kelanjutan dari Turkey Declaration pada 11 September lalu. Penyadaran dan pembudayaan K3 memerlukan strategi yang berbeda di masing-masing negara. Workshop ini akan merumuskannya," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam pernyataan tertulisnya.
Menakertrans menjelaskan, Indonesia sejak awal berkomitmen kuat untuk menjadikan K3 sebagai budaya di dunia usaha.
"Indonesia menganggap strategi nasional penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kunci indikator keberhasilan ekonomi. K3 inheren dan menjadi kekuatan dunia usaha," kata Muhaimin.
Muhaimin menyadari, masih banyak pengusaha yang menilai K3 sebagai beban usaha dan akan merugikannya. Oleh karena itu pemerintah terus giat mengajak pengusaha untuk mempelajari dan menjadikan K3 justru sebagai investasi.
"Investasi khusus justru terletak pada kualitas SDM. Semakin baik dan terjamin kehidupan pekerja maka mengikis beban produksi yang tidak substansial. Pengusaha harus sadar hal ini. Ayo kita perbaiki budaya K3 kita bersama-sama," ajak Menakertrans.
Menakertrans berharap, ASEM-OSH Workshop kali ini dihadiri oleh 36 anggota dari negara Asia dan Eropa seperti Prancis, Belgia, Jerman, Thailand, Korea, dan China bisa menghasilkan rumusan-rumusan yang impelementatif dan korektif.