Jumat, 29 Agustus 2025

Kapolsek Mulia Tewas Ditembak

PDIP: Usut Tuntas Penembakan Kapolsek Mulia

DPP PDI Perjuangan mempertanyakan ketegasan pemerintah, yang seakan membiarkan Provinsi Papua, terus berkonflik.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-inlihat foto PDIP: Usut Tuntas Penembakan Kapolsek Mulia
Tribunnews.com/Richard Tampubolon
Tjahjo Kumolo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan mempertanyakan ketegasan pemerintah, yang seakan membiarkan Provinsi Papua, terus berkonflik. PDI-P kemudian meminta kepada aparat pemerintah untuk mengusut tuntas kasus penembakan terhadap  Kapolsek Mulia, AKP Dominggus Oktavianus Awes yang  tewas dieksekusi dengan dua tembakan di depan warga, Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Senin (24/10/2011), pukul 11.30 WIT

"Papua indikasinya seperti tetap dipertahankan jadi pusat konflik ? Mulai dari berbagai kasus di Freeport, sampai  tertembaknya Kapolsek yang bertugas didaerah. Pemerintah dalam hal ini aparat keamanan terpadu, harus mengusut tuntas kasus penembakan tersebut," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjhajo Kumolo, Senin (24/10/2011).

Setiap kasus penembakan yang terjadi (di Papua)  sejak tahun 1999, sampai sekarang tidak pernah terungkap motivasinya dan terungkap siapa pelakunya. FPDI Perjuangan  meminta adanya rapat gabungan polkam meminta pem memberikan penjelasan terkait serangkaian kasus di Papua dari kasus Freeport sampai kongges rakyat Papua dan berbagai kasus lainnya.

"Sampai kasus tertembaknya seorang kapolsek. Apapun, ini tanggung jawab pem untuk memberikan rasa aman di Papua. Jangan sampai Papua terus menjadi ajang konflik, akan tetapi sumber daya alamnya lenyap terus disedot,tanpa membuahkan kesejahteraan dan keamanan di tanah papua yang apapun merupakan bagian wilayah NKRI," urai Tjahjo.

Kecenderungan lain, gerak intelejen sangat lemah khususnya di Papua. Semua kejadian selalu terlambat diantisipasi.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan