Rabu, 23 Mei 2012
Tribunnews.com

Uang Pembatalan Gedung Baru DPR Utuh Dikembalikan ke Negara

Tribunnews.com - Sabtu, 29 Oktober 2011 14:46 WIB
Share
Email
Print
 Text  +  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Refrizal menegaskan, uang sebesar Rp 800 miliar yang semula dipakai untuk membangun gedung DPR, sudah dikembalikan negara. Uang itu, dikembalikan secara utuh dan tak ada yang dipakai.

"Uang itu (untuk bangung gedung DPR), kan diambil dari APBN 2011 sebesar Rp 800 miliar. Tak ada yang dipakai, sudah ada di kas negara, utuh," ujarnya kepada tribun, Sabtu (29/10/2011).

Sebelumnya, Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas Fitra, Ucok Sky Khadafi menduga, dana sebesar Rp 800 miliar yang semula untuk pembangunan gedung baru DPR, tak dikembalikan secara utuh. Ia kemudian meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan investigasi sisa uang rencana pembangunan gedung baru DPR

Refrizal kemudian memastikan, tak ada satu rupiahpun yang dipakai terkait dana yang disiapkan untuk bangun gedung baru DPR. "BPK tanpa disuruh pasti dapat menelusuri kalau memang uang itu dikembalikan tidak utuh. Yang jelas, uang itu oleh pemerintah, sudah dialokasikan untuk hal yang lain," Refrizal menegaskan.

Nggak mungkin uang itu dipakai. Karena seblum uang itu mau dipakai, kemudian disepakati pembatalan  gedung baru DPR. Jadi, sekali lagi  nggak mungkin kita pakai.

Refrizal kemudian meluruskan isu terkait uang rencana bangun gedung DPR itu, sebagian dipakai untuk membangun ruang presroom DPR. Dikatakan, rencana memugar ruang presroom DPR, dananya baru diajukan melalui APBNP 2012.

Besarnya berapa, yang tahu persis pihak Setjen DPR. Dan dana itu tidak diambil dari dana pembangunan gedung baru DPR yang kemudian batal. Nggak ada urusan motong-motong," Refrizal menandaskan.


Penulis: Rachmat Hidayat  |  Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Share
Email
Print
© 2012 TRIBUNnews.com All Right Reserved | About Us | Privacy Policy | Help | Terms of Use | Redaksi | Info iklan | Contact Us | Lowongan
Tribun, The National News Paper Kompas Gramedia Grup